Mau Dicopot tak Masalah – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Mau Dicopot tak Masalah

PAREPARE, BKM — Penyidik Polres Parepare belum memanggil dua oknum anggota Dewas RSUD Andi Makkasau Parepare selaku terlapor terkait laporan penghinaan terhadap dr Muhammad Yamin (Plt Direktur RSUD).
Sejauh ini penyidik masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Sudah empat saksi yang telah dimintai keterang.”Saat ini masih dalam proses pemeriksaan saksi yang melihat dan mendengar kejadian di komisi II DPRD saat dengan pendapat. Makanya ke dua terlapor belum dipanggil,” ujar Bripka Azhar salah seorang penyidik kemarin.
Kasus ini, akan dilakukan gelar perkara setelah semua seluruh saksi dimintai keteranganya. ”Rencananya gelar perkara akan dilakukan setelah pemeriksaan saksi rampung. Hingga kini kedua terlapor statusnya belum tersangka,”katanya
Terpisah, Rahman Saleh selaku terlapor mengaku belum dipanggil penyidik terkait laporan tersebut. Bahkan Rahman sangat menyesalkan kasus ini bisa ke ranah hukum yang mestinya bisa diselesaikan dengan baik.
Dia juga minta agar DPRD menangani masalah ini tidak terlalu rumit. Soal adanya desakan agar dirinya dan Mappagiling dicopot itu tak jadi masalah karena itu hak prerogatif Wali Kota.
”Kalau mau copot itu tak masalah, yang saya sesalkan kenapa masalah ini bisa ke ranah hukum yang mestinya diselesaikan secara internal,”sesalnya.
Hal yang lebih disesalkan kata dia banyaknya yang berkomentar diluar kapasitasnya sehingga terbangun opini bahwa dua anggota dewas yang jadi biang masalah padahal mereka orang luar tidak tahu mengahu.
Mengenai dirinya komentar di radio mesra melalui program obras, memang benar berkomentar tetapi nanti masalah ini sudah menjadi besar baru melurukan yang sebenarnya yang mestinya tidak bisa terjadi seperti ini.
”Kemungkinan ada yang mau menjadi dewas sehingga saya mau disingkirkan, itu hal yang wajar,”kata Rahman Saleh membela diri.
Persoalan Mappagiling ada kepentingan proyeknya tidak dikabulkan, maka itu tidak masuk ke ranah itu,”kalau ada anggota dewas yang mengurus proyek di RSUD Andi Makkasau, itu masalah oknum, kami tidak tau itu,”kilahnya.
Rahman berharap masalah ini tidak lanjut, tapi sudah terlanjut dilaporkan ke polisi sehingga sudah menjadi ranah hukum.”Kami berdua merasa terdzalimi,”jelasnya.
Dia juga menambahkan apapun keputusan owner memberhentikan atau tidak itu soal lain. Tapi yang jelas disesalkan kenapa mesti kami menjadi sorotan media seolah-olah kamilah yang membuat masalah, padahal ini bermasalah dr Muh Yamin yang tidak transaparan dalam menangani manajemen RSUD.
”Bersyukurlah kami menjadi dewas agar bisa tau apa yang terjadi didalamnya, dan diungkap dengan jelas jika ada permainan,”katanya.
Sementara dr Muhammad Yamin, melalui kuasa hukumnya, Muh.H.Y. Rendi, mengatakan munculnya masalah ini akibat ulah dua oknum anggota dewas sehingga menjadi proses pidana,”andaikan tidak menyerang secara privasi mungkin tidak menjadi ranah hukum,”terangnya.
Rendi, menjelaskan, klienya merasa dirugikan sehingga melaporkan hal ini ke pihak berwajib,”apapun keputusanya dalam kasus ini, saya sebagai penasehat hukum (PH) korban harus membelanya demi mendapat kepastian hukum, agar proses ini berjalan terus tanpa dihentikan,”katanya. (smr/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top