Legislator Gerindra Sorot Pabrik Aspal – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Legislator Gerindra Sorot Pabrik Aspal

CEMARI LINGKUNGAN -- Asap hitam yang keluarkan dari cerobong pabrik aspal milik PT Nindya Sejahtera di Tidung telah mencemari lingkungan.

ENREKANG, BKM — Aktivitas pengolahan Asphalt Mixing Plant (AMP) Proyek Rekonruksi Jalan Poros Enrekang-Toraja yang kerjakan PT Nindya-Sejahtera di Matua, Kelurahan Buntu Sugi, Kecamatan Alla-Enrekang dituding menjadi biang pencemaran udara.
Akibatnya masyarakat sekitar tambang terserang
penyakit. Limbah pabrik debu bercampur dengan bauh yang menyengat membuat beberapa balita dan anak-anak serta orang dewasa terpaksa mengeluarkan biaya untuk pengobatan di puskesmas karena terserang penyakit, inflensa, kepala pusing dan muntah-muntah.
“Dari hasil pemeriksaan dokter, mereka terserang penyakit akibat polusi limbah yang dikeluarkan pabrik aspal itu,”ujar Elen saat ditemui BKM di lokasi kejadian kemarin.
Terpisah, Legislator Gerindra Enrekang, Amiruddin menyesalkan sikap pemerintah setempat yang terkesan melakukan pembiarkan pabrik proyek yang menggunakan dana sebesar Rp186 miliar dari APBN tahun anggaran 2015-2018 itu beroperasi tanpa izin.
“Saya tau sampai detik ini belum ada surat izinya ini pabrik. Datanya ada sama sya,”katanya.
Ia menegaskan kepada pihak pabrik agar jangan karena mentang-mentang perusahaan besar lalu seenaknya mau melanggar prosedur. Selain itu ia meminta kepada pihak perusahaan agar mendegar aspirasi masyarakat di sekitar tambang.
“Pihak perusahaan tidak boleh dengan serta
merta mendirikan pabrik tanpa melalui aturan. Ada mekanismenya dan kita juga harus dengar apa aspirasi warga sebelum mendirikan pabrik. Kalau begini sudah ada masyarakat yang korban siapa yang mau tanggung jawap,”ujar Amiruddin.
Menurutnya, dia sudah beberapa kali kunsultasi kepada pemerintah setempat untuk memperjuangkan
masyarakat sekitar tambang tersebut, bahkan dirinya sudah konsultasi kepada Pemprov Sulsel tapi usaha itu sia-sia.
“Saya sudah konsultasi ke provinsi dan saya juga sudah beberapa kali berteriak tapi tak ditanggapi pemerintah,”jelas Amiruddin (her/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top