Kampanyekan Penggunaan Medsos Secara Positif – Berita Kota Makassar
Headline

Kampanyekan Penggunaan Medsos Secara Positif

TEKNOLOGI informasi saat ini tak bisa lepas dari kehidupan keseharian kita. Kecenderungan dan ketergantungan padanya menjadi salah satu sisi yang tak lagi bisa dipisahkan. Dampak positif tentu banyak. Tapi juga ada negatifnya.

Laporan: Rahmawati Amri

DI SULAWESI SELATAN, nama Hidayat Nahwi Rasul sudah tidak asing lagi. Lelaki kelahiran Makassar, 26 April 1961 cukup dikenal karena aktif di berbagai lembaga maupun organisasi kemasyarakatan.
Dia juga cukup dikenal sebagai praktisi teknologi informasi yang kerap diundang sebagai pembicara di berbagai acara. Seperti seminar, dialog, workshop dan lainnya.
Ikhwal dirinya tertarik pada bidang teknologi informasi yang saat ini sedang booming, Hidayat bertutur. Semua berawal dari ketertarikannya untuk menggeluti dunia tersebut selepas menyelesaikan kuliah S1 di Universitas Hasanuddin. Ketika itu tahun 1988. Ia meraih gelar Sarjana Publisistik.
Pada era akhir 1980-an, dunia telekomunikasi dan teknologi informasi mulai mengalami perkembangan. Hanya saja belum semodern seperti saat ini.
Lelaki yang sejak kecil gemar mengutak-atik barang elektronik itu memutuskan berkecimpung di dunia teknologi informasi dan telekomunikasi.
Karirnya di dunia kerja berawal di Kota Bandung, Jawa Barat. Selama sebelas tahun dia merintis karir di sana. Semua dimulai dari nol.
Awalnya, ia bekerja sebagai tenaga marketing di salah satu perusahaan yang memasarkan produk telekomunikasi.Tak mau stagnan dan melakoni rutinitas yang itu-itu saja, sambil bekerja, dia terus menambah pengetahuan dan berburu ilmu dalam bidang teknologi informasi.
Ketertarikannya pada dunia itu dibuktikan dengan mengikuti seminar dan eksebisi. Baik di dalam maupun luar negeri, seperti Taiwan dan Singapura.
Karirnya semakin cemerlang saat kembali ke Makassar. Berkat profesionalismenya, ia pun menjalin kerja sama dengan operator selular, kampus, media cetak, dan sejumlah instansi lainnya.
Kiprahnya itu semakin mengukuhkannya di lingkungan teknologi informasi dan telematika. Hal ini kemudian mengantarkannya menjadi Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia. Lalu, bersama dengan koleganya sesama alumnus Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Hasanuddin, Hidayat mendirikan Center of Information and Communication Studies (CICS). Disini Hidayat menjabat sebagai direktur.
Menurutnya, dunia teknologi informasi sudah sangat maju dan berkembang. Apalagi saat ini, di mana era media sosial membuat komunikasi antarmanusia kian mudah.
Namun, dari berbagai manfaat yang bisa dinikmati, perkembangan media sosial juga memberi dampak negatif. Diantaranya bisa menjadi media untuk mengabarkan berita tidak benar, atau yang populer disebut hoax. Jadi tempat menyebar keburukan, saling serang dan lainnya. “Ini sangat mengkhawatirkan kita,” ujarnya.
Dia mengemukakan, di era media sosial ini, berdasarkan laporan kontributor regional Facebook, ada 132 juta orang di seluruh dunia yang terhubung dengan internet. Kira-kira 88 juta diantaranya memiliki akun Facebook. Paling dominan yang terlibat dalam memanfaatkan medsos adalah golden age (usia emas) di kisaran 13 hingga 23 tahun.
Sebagai orang yang sudah sejak lama berkecimpung di dunia teknologi informasi, malah sejak media sosial belum booming seperti sekarang, Hidayat merasa terpanggil untuk ikut bertanggung jawab dalam penggunaan medsos secara positif dan bermanfaat.
“Kita harus kawal agar kemajuan teknologi informasi bisa memberi wahana bagi peradaban. Bukan memberi kemudaratan, ” tegasnya.
Hal itu sering dikampanyekan ketika menjadi pembicara dalam seminar maupun kegiatan lain. (rhm/)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top