Kades Jalajja Dimosi Tidak Percaya Warga – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Kades Jalajja Dimosi Tidak Percaya Warga

LUTIM, BKM — Kejadian perkelaihan yang berujung kematian, Andi Akir Petta Rola baru-baru ini berbuntut panjang. Keluarga, kerabat dan warga Desa Jalajja, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur menolak menerima begitu saja proses kematian Rola.
Itu dibuktikan dengan adanya pernyataan mosi tidak percaya kepada Kades Jalajja Sairul Sira yang ditembuskan kepada Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler. Surat mosi tidak percaya dilampirkan ratusan nama warga beserta tanda tangannya.
Dalam pernyataan, Kades Jalajja dinilai telah memberikan keterangan tidak benar kepada pihak korban dengan menyatakan korban jatuh dari motor. Padahal kematian korban akibat luka tikam oleh salah seorang warga sehingga berdampak pada lambatnya penangan medis saat kejadian.
Selain itu, kepemimpinan, Sairul juga dinilai banyak mengecewakan warga desa.
Sejumlah permasalahan selama ini juga dilampirkan dalam pernyataan mosi tidak percaya tersebut. Berbagai masalah muncul seperti mark up anggaran drainase dan pembentukan badan jalan PPIP.
Anggaran Pendapatan Belanja Desa juga diduga dikelola sendiri serta pembagian Beras Miskin (Raskin) tidak sesuai peruntukannya. Bahkan, pengusiran bidan dari Pustu desa Jalajja juga dilakukan oleh sang Kades.
Sementara itu, Kepala Desa Jalajja, Sairul Sira yang dikonfirmasi Rabu (18/1) menjelaskan, permasalahan ini muncul karena persoalan pribadi. Hanya saja, ada pihak tertentu yang sengaja menjatuhkan dirinya dan membawa persoalan ini ke rana politik.
Kades juga membantah melakukan pengusiran terhadap bidan desa. Waktu itu menurut Kades, terdengar suara musik elektone. Merasa terganggu salah seorang warga dekat kantor melempari atap rumah dinas bidan tersebut.
”Setahu saya memang yang namanya fasilitas negara ketika kita menempati dan ada kegiatan di luar kedinasan mestinya koordinasi ke pimpinan,” ungkapnya.
Beberapa hari kemudian, kata Sairul, sang bidan datang mengadukan persoalan itu ke kantor desa tapi kami hanya melakukan peneguran terkait aktifitas di luar kedinasan tersebut.
“Masalah saya usir itu tidak benar, ibu Bidan itu mitra kerja dan dimana tanggung jawab saya sebagai Kades kalau mengusirnya dari sini,” ungkapnya.
Terkait adanya dugaan mark up, seluruh kegiatan yang dikelolah sudah diperiksa pihak inspektorat dan jika ada manipulasi seperti yang dituduhkan pasti sudah menjadi temuan dan berujung pada tersangka.
“Saya berharap kondisi masyarakat desa kembali normal dan tidak ada gesekan. Adanya masalah ini juga dimanfaatkan oleh pihak ketiga sehingga memicu suasana yang tidak kondusif. Oleh karena itu, diminta semua pihak agar dapat menetralisir keadaan,” harap Sairul. (alp/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top