Politik

Enam Tersangka Pungli Jembatan Timbang Dilimpahkan ke Kejari

MAROS, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros menyeret emam tersangka kasus pungutan liar (pungli) Jembatan Timbang Maccopa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kandeapi, Maros, Rabu (18/1).
Keenam tersangka tersebut, yakni komandan regu Jembatan Timbang, Hasanuddin dan lima orang stafnya, masing-masing Muh Nur Ikhsan, Hilal, Romi, Hasrudi, dan Ardiansyah. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Maros, Herawanty, mengatakan, penahanan tersebut dilakukan setelah jaksa menerima pelimpahan tersangka dan barang buktinya dari Ditreskrimum Polda Sulsel.
”Hari ini kami menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Jembatan Timbang Maccopa. Hari ini kita juga langsung melakukan penahanan,” kata Herawanty.
OTT tersebut dilakukan Ditreskrimum Polda Sulsel di jembatan timbang, Kamis, 20 Oktober 2016 sekitar pukul 23.00 wita. Saat itu, polisi memergoki keenam pelaku tersebut melakukan Pungli ke sopir truk yang melintas.
Truk yang seharusnya ditimbang saat melintas di Maccopa, tapi tidak masuk ke jembatan. Sopir memilih berhenti di tepi jalan poros. Saat itu, para tersangka meminta sejumlah uang ke sopir.
”Yang kita tahan ini, satu orang PNS dan lima orang berstatus honorer. Mereka bersama- sama melakukan Pungli. Kita pisahkan berkas perkaranya. Satu berkas untuk PNS dan satu berkas untuk honorer. Perannya sama,” katanya.
Jaksa juga telah menerima barang bukti hasil OTT berupa uang tunai sebanyak Rp14 juta. Tersangka tersebut dijerat undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Usai menjalani pemeriksaan tiga jam, mulai pukul 15.00 wita, para tersangka digiring naik ke mobil tahanan Kejari. Mereka diseret tanpa didampingi pengacara. Tersangka tersebut juga menolak memberikan keterangan. Mereka berjalan cepat dari ruang pemeriksaan ke mobil sembari menutup wajahnya. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top