Headline

Adu Strategi Dua Cabup Jelang Pencoblosan

TAKALAR, BKM — Perang strategi dua pasangan calon bupati dan wakili bupati di pemilihan bupati (Pilbup) Takalar tinggal menyisakan waktu 25 hari. Berbagai cara ditempuh pasangan calon, tim serta relawan. Mereka bergerak masif pada tahapan terpanas dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Kubu pasangan calon nomor urut 1, Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) yang mengandalkan 23 anggota DPRD yang berasal dari 9 partai pengusung dan pendukung, kembali duduk bersama membahas sejumlah rencana kegiatan di lapangan. Rapat konsolidasi yang dipimpin langsung HM Natsir Ibrahim bersama Ketua DPRD Takalar, HM Jabir Bonto berlangsung di Hotel Grand Kalampa, Takalar. “Kemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati kami sudah ada di depan mata. Untuk mematangkan kemenangan ini, kami kembali menyatukan kekuatan dengan berbagai strategi khusus yang akan diterapkan selama beberapa hari ke depan,” ujar Jabir Bonto, Kamis (19/1).
Juru bicara paslon nomor Bur-Nojeng, Makmur Mustakin menambahkan, seluruh legislator partai pengusung dan pendukung telah mendapat ultimatum dari DPP partai masing-masing untuk total dan bekerja maksimal memenangkan Bur-Nojeng.
“Akan ada sanksi dari partai masing-masing jika ada anggota DPRD pengusung dan pendukung Bur-Nojeng yang tidak bekerja maksimal. Untuk itu, kami dituntut menang telak di desa domisili masing-masing,” urai Makmur Mustakim.
Sekadar diketahui, pasangan petahana diusung sembilan parpol dengan juumlah 23 kursi atau 76 persen dari komposisi kursi yang ada di DPRD Takalar.
Sementara itu, pergerakan tim pemenangan pasangan nomor urut 2, Syamsari Kitta-Ahmad Dg Se’re (SK-HD) juga semakin masif. Mereka terus menggalang dukungan pada sejumlah kecamatan di Takalar.
Jika sebelumnya rombongan menyatu dalam titik-titik pertemuan, dalam sebulan terakhir tim pemenangan membagi diri dalam kelompok-kelompok kecil. “Ini kami lakukan agar bisa menjangkau sejumlah pertemuan dan undangan warga yang semakin banyak. Jujur saja, kami kewalahan memenuhi undangan mereka” ujar ketua tim pemenangan SK-HD, Hj Tenri Olle Yasin Limpo, kemarin.
Untuk hari kemarin misalnya, tim SK-HD fokus di Campagayya Galesong Utara dan Desa Pa’ddinging, Kecamatam Sanrobone. Sementara Syamsari bergerak memenuhi undangan sejumlah titik warga di Bonto Loe, Galesong.
Begitu pula dengan Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu, fokus menggarap Desa Bonto Marannu, Kecamatan Galesong Selatan. Belum lagi titik-titik H De’de, Makmur Sadda dan Hamzah Barlian. Yang menarik, sejumlah warga yang mengundang itu adalah mantan-mantan tim sukses pasangan lainnya.
“Ini juga yang mengherankan. Mereka pada mau pindah. Di Bonto Loe itu, mayoritas yang mengundang adalah mantan tim sebelah. Mungkin mereka baru sadar kali ya?” beber Tenri sambil tersenyum.
Kakak kandung Gubernur Sulsel ini semakin optimis calon bupati jagoannya memenangkan pertarungan 15 Februari nanti. Ia mengklaim penerimaan masif warga Takalar ini semata keinginan warga agar ada perubahan dan sesuatu yang baru di Kabupaten Takalar.
“Mereka yang saya temui mayoritas mengeluh. Soal jalanlah, pemberdayaan sampai kesejahteraan mereka. Ini yang menyemangati semua. Harapan mereka besar sekali kasian. Tak salah jika kami menawarkan sesuatu yang baru, harapan baru dan gagasan-gagasan baru,” tandasnya.
Dosen politik Unhas, Dr Jayadi Nas mengemukakan, di sisa waktu yang ada, tentu kedua pasangan calon akan memainkan strategi yang mampu diterima masyarakat dengan baik.
“Setiap pasangan calon paling strategi memaparkan atau menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan kapentingan orang yang mau dipengaruhi,” ujar Jayadi, kemarin.
Dicontohkan bahwa kalau Syamsari dan H De’de tentu bisa jadi akan mengangkat soal Galesong sebagai ikatan wilayah. Tetapi di sisi, lain pasangan Bur-Nojeng bisa jadi menjual program yang sudah dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting, kedua calon kampanyenya tidak boleh bertentangan dengan apa yang menjadi visi dan misinya sebagai pasangan calon. Idealnya, dua pasangan calon harus merasionalisasikan apa menjadi visi dan misi programnnya. Dia tidak boleh keluar. Makanya, setiap calon harus memasukkan visi dan misi program karena itu merupakan kontrak dengan rakyat,” jelas Jayadi.
Jayadi menambahkan, masyarakat juga sudah jenuh dengan program yang tidak rasional. “Jadi sebaiknya calon tidak usah menyampaikan program yang tidak disenangi masyarakat,”ucap mantan ketua KPU Sulsel ini. (rif/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top