Parangi Kapolsek, Pelaku Ditembak Mati – Berita Kota Makassar
Headline

Parangi Kapolsek, Pelaku Ditembak Mati

BONE, BKM — Kampung Teko, Desa Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Rabu (18/1) pukul 12.00 Wita. Suasana yang tadinya tenang, tiba-tiba gaduh.
Seorang pria yang belakangan diketahui bernama Adi (45), mengamuk. Ia menyasar orang-orang yang ada di dekatnya. Termasuk warga yang hendak menghentikan aksinya.
Tak ingin amukan Adi terus berlanjut, kepala desa setempat berinisiatif menghubungi kantor kepolisian. Kapolsek Tellu Limpoe, Iptu Muh Said langsung menuju ke lokasi. Ia didampingi anggota polsek setempat, Brigpol Nicolaus.
Sesaat setibanya di rumah Adi, atas permintaan Kades Gaya Baru, Kapolsek melakukan upaya persuasif. Iptu Muh Said meminta Adi untuk berhenti mengamuk. Orang nomor satu di Polsek Tellu Limpoe ini mencoba mendekati Adi. Diduga, Adi mengalami kelainan jiwa. Bahkan menawarinya untuk dibawa ke rumah sakit jiwa guna diobati.
Namun apa yang terjadi? Adi bukannya tenang. Sebaliknya, dia menyerang secara membabi buta orang-orang yang ada di sekitarnya.
Tanpa disangka-sangka, Adi mengambil sebilah parang lalu meronta. Kapolsek kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan aksi Adi.
Tapi, Adi tak surut. Ia menyerang kapolsek dengan menggunakan parang. Benda tajam itu diarahkan ke tubuh Iptu Muh Said.
Awalnya, kapolsek masih bisa menghindari serangan tersebut. Namun Adi tak menghentikan langkahnya. Ia terus menyerang. Sabetan parang pun akhirnya mengenai tubuh Iptu Muh Said.
Karena jiwanya terancam, kapolsek mengambil tindakan tegas. Ia mengarahkan moncong pistolnya ke tubuh orang yang telah memaranginya. Dor…dor… Dua timah panas menembus perut Adi. Diapun tumbang tak berkutik. Adi tewas di tempat.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, apa yang dilakukan kapolsek merupakan tindakan tegas aparat kepolisian. Selain karena jiwanya yang terancam, juga warga lainnya dalam kondisi serupa.
”Tindakan kapolsek menembak orang yang memaranginya itu, lebih disebabkan karena jiwanya terancam. Pelaku mengambuk dan sulit diredam. Upaya kapolsek untuk menghentikan aksinya dengan memberi tembakan peringatan, juga tak digubris. Malah menyerang kapolsek. Terpaksa ditembak,” jelas Dicky.
Adi meninggal di tempat setelah dua peluru bersarang mengenai perutnya. Sementara Kapolsek Iptu Muh Said terluka di bagian kepala, paha dan tangan kanan.
”Tiga luka sayatan dialami kapolsek. Karena itu diambil tindakan tegas,” ujar Dicky lagi.
Sesaat setelah kejadian, Kapolsek Tellu Limpoe dilarikan ke Rumah Sakit Tenriawaru untuk mendapat perawatan medis. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolres Bone menerjunkan sejumlah personel kepolisian untuk mengamankan lokasi. Pihak kecamatan juga dilibatkan.
Selain melakukan pengamanan di lokasi, Polres Bone juga memberikan santunan kepada pihak keluarga. Termasuk membantu proses pemakamannya.
Kapolres Bone, AKBP Raspani, kemarin mengkonfirmasi kejadian yang menyebabkan anggotanya terluka. ”Awalnya, kapolsek dihubungi oleh kepala desa. Ia meminta untuk membujuk pria yang mengamuk itu untuk dibawa ke RS jiwa. Tapi dia menyerang kapolsek dan memaranginya. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” kata AKBP Raspani. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top