Metro

Nelayan Keluhkan Fasilitas di PPN Untia

MAKASSAR, BKM–Nelayan ternyata lebih memilih beroperasi di Pelabuhan Paotere daripada harus pindah ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, di Kecamatan Biringkanaya.
Berbagai alasan yang mereka lontarkan seperti soal jarak yang jauh dari konsumen sebagai pembeli serta fasilitas yang belum memadai. Faktor fasilitas seperti lokasi pembelanjaan dan tempat pengawetan ikan.
” Kendalanya karena jauh apalagi kita dari Galesong. Fasilitas juga belum lengkap seperti tempat pembelanjaan,” kata nelayan, Rusli kepada BKM, saat beraktifitas di Pelabuhan Paotere, Rabu (18/1).
Sementara itu, anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan, PPN Untia memang masih memiliki masalah. Apalagi, proyek tersebut dirintis infrastruktur fisiknya sejak tahun 2006, namun tidak secara paralel dipersiapkan juga infrastruktur sosial dan ekonominya. “Seharusnya ada waktu sekarang untuk membenahi sebagian infrastruktur fisiknya yang belum rampung serta memulai membangun infrastruktur sosial dan ekonominya,” tegas legislator Partai Demokrat Sulsel.
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memboyong Ketua DPRD Sulsel, HM Roem dan anggota Komisi B DPRD Sulsel berkunjung untuk melihat kondisi di PPN Untia.
Syahrul mengakui, memang secara umum masih ada sejumlah fasilitas yang perlu dihadirkan disana. Namun secara perlahan semua akan dilengkapi. Fasilitas yang dimaksud mulai dari coldstorage atau tempat penyimpanan ikan segar, pabrik serabut es, Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) dan akses jalan masih kurang memadai.
“Tetap akan kami siapkan, tapi itu berproses,” kata Syahrul.
Terkait sarana jalan menuju pelabuhan yang cukup rusak, Syahrul menjelaskan, jalan sepanjang 11 Km dari jalan tol akan segera diperbaiki. Hal ini juga yang menjadi catatan penting dari presiden saat melakukan peresmian.
“Ini tahun saya dengan wali kota untuk memproses jalan yang ada di sini, agar bisa tersambung dengan baik. Kita berharap tahun ini sudah beroperasi dengan baik, tinggal bagaimana pengisian minyak yang harus kita buat,” jelasnya.
Syahrul juga berjanji akan menindak jika ada pungutan liar yang terjadi di PPN Untia ini. Bahkan tim Saber Pungli akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan di pelabuhan tersebut. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top