Maros Kembangkan Sistem Pertanian Hidroponik – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Maros Kembangkan Sistem Pertanian Hidroponik

MAROS, BKM — Keterbatasan lahan di pusat perkotaan ternyata bukanlah hambatan untuk bertani. Dengan sistem pertanian hidroponik hambatan lahan bisa diatasi dengan hasil yang tak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional.
Hal ini dibuktikan Andi Iskandar Zulkarnain Assaggaf, salah seorang penggiat tanaman hidroponik di Kabupaten Maros. Tanah lapang tak terpakai yang tak begitu luas disulap menjadi kebun hidroponik dengan memanfaatkan pipa-pipa dan botol-botol plastik bekas. Aktivitas bertani yang dilakoninya setiap hari ini tak mengganggu pekerjaan utamanya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dibagian hubungan masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.
”Kalau mau memenuhi kebutuhan pangan sendiri, maka bisa pakai hidroponik ini. Lebih sehat dan tanpa biaya besar karena berasal dari kebun sendiri,” ujarnya, Selasa (17/1).
Menurutnya, kelebihan hidroponik ini selain penggunaan lahan yang terbatas, juga karena bisa tumbuh di mana saja dan tak tergantung pada musim. Bahkan di wilayah pesisir dengan iklim panas pun bisa tumbuh dengan baik.
”Penerapan ini tidak terlalu sulit dan tidak membuang waktu. Syarat utama hidroponik ini memang pada ketersediaan air yang bisa berasal dari sumur bor, sisa buangan air conditioner, bebernya.
Untuk penyemaian bibit, ia biasa menggunakan media sekam bakar, sabuk kelapa, dan bahan-bahan lain yang sifatnya lembab. Masa tumbuh tanaman di semaian bervariasi. Selada misalnya, dalam 24 jam sudah berkecambah. Setelah 7 sampai 10 hari biasanya sudah siap tanam. Tanaman hasil semaian ini kemudian ditempatkan di wadah tanaman yang disebut netpot
Ada beberapa metode hidroponik yang bisa digunakan Zulkarnain. Selain deep flow technique (DFT) juga bisa dengan metode nitrient film technique (NFT). Sistem pertanian hidroponik ini bukannya tanpa masalah.
Masalah yang biasa dihadapi adalah PH air yang bisa meningkat tajam karena faktor cuaca panas. Hanya saja, Iskandar sudah menemukan solusinya, yaitu dengan menambahkan cuka dapur secukupnya untuk menurunkan PH.
Ikut mendukung industri perumahan ini, anggota Komisi C DPRD Sulsel asal Kabupaten Maros, Wawan Mattaliu, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan salah seorang warga Maros. Menurutnya, cara ini merupakan salah satu cara untuk mendukung swasembada pangan.
”Ini bukti mandiri warga. Dimana dia tidak lagi ketergantungan bahan makanan khususnya sayuran dari pasar. Karena sudah bisa menghasilkannya sendiri,” ujarnya.
Wawan juga mengatakan, dirinya nanti akan menjadikan Kabupaten Maros sebagai sentral hidroponik di Sulsel, yang dimana menurutnya, di Sulsel masih beberapa kabupaten yang menerapkan sistem ini.
”Sepengetahuan saya, di Sulsel baru beberapa yang menerapkan metode hidroponik ini, di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, dan Kota Parepare. Nantinya khusus di Maros yang sudah ada warga menerapkan cara bertani ini, semoga akan menjamur. Dimana manfaatnya akan dapat memenuhi pangan di daerah masing-masing walau sudah ada beberapa, Maros kita bisa jadikan sentral hidroponik di Sulsel,”ungkapnya. (ari/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top