Danny: Tertibkan Parkir Liar!!! – Berita Kota Makassar
Metro

Danny: Tertibkan Parkir Liar!!!

MAKASSAR, BKM–Pembangunan hotel, gedung pertemuan dan restoran tidak diimbangi dengan penyediaan lahan parkir yang memadai. Bahkan sebagian hotel menggunakan ruas jalan sebagai lahan parkirnya. Belum lagi, sejumlah ruas jalan sudah dijadikan lahan parkir liar.

Saat ini hotel masih sekadar menawarkan kenyamanan menginap dengan harga murah, sementara untuk fasilitas lain semisal keberadaan lahan parkir yang memadai belum dilengkapi. Sebut saja, Hotel Fave dan d Maleo di Jalan Pelita, Romedo Hotel di Jalan Landak Baru, serta hotel lainnya. Sedangkan gedung pertemuan seperti Gedung Balai Aroepala dan Graha Nur Tasnim di Jalan Hertasning.
Ada kesan Pemerintah Kota Makassar belum tegas dalam menindak tempat usaha yang tidak menyediakan ruang atau tempat parkir untuk pengunjung.
Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, dia telah meminta Perusahaan Daerah Parkir Makassar Raya untuk bertanggungjawab menjalankan tugas seperti mengatasi permasalahan kemacetan di Makassar.
“Saya sudah minta sama PD Parkir untuk atasi kemacetan. Saya tinggal tunggu laporannya saja dimana titik-titiknya,” singkat Danny, Rabu (18/1).
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Iman Hud juga menegaskan, dalam waktu dekat dia akan melakukan operasi dan penertiban bersama Dinas Perhubungan dan SKPD lainnya ke tempat usaha khususnya yang tidak memiliki Analisis Dampak Lalulintas (Amdalalin). “Kami segera kita turun, memang itu harus ditindaki,” katanya.
Imam menambahkan, setiap tempat usaha khususnya hotel memang wajib memiliki Amdalalin sebelum beroprasi. Sehingga parkiran kendaraan di tepi atau di bahu jalan tidak terjadi. Sejauh ini, dirinya masih mempersiapkan personel untuk turun melakukan operasi dan penertiban tempat usaha tanpa Amdalalin. “30 personel saya siapkan, dan kalau kurang kita siapkan lebih banyak lagi. Sebaiknya memang tempat usaha itu harus memiliki Amdalalin,” sebutnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar, Ahmad Kafrawi menyatakan, untuk menindak tempat usaha yang tidak memiliki lahan parkir dibutuhkan koordinasi dengan dinas terkait. “Sebenarnya ini bukan hasil kerjaan saya. Tapi janganlah itu menjadi persoalan, yang menjadi solusi yakni dibutuhkan koordinasi dengan SKPD terkait, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perindag, Satpol PP, untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan pelataran dan badan jalan sebagai lahan parkir,” ungkap Ahmad Kafrawi.
Setelah bersinergi dengan tim, tegas Ahmad Kafrawi, tim melakukan persuratan ke pengembang untuk meminta mereka membangun lahan parkir. “Kalau koordinasi tim telah jalan, kita beri waktu ke pemilik bangunan untuk membuat tempat parkir agar tidak lagi memanfaatkan badan jalan. Bila waktu telah diberikan dan belum melaksanakannya, kita bisa melakukan penertiban bangunan, membatalkan atau mencabut izin bangunannya dan memungkinkan membekukan izin operasional,” tegasnya.
Salah seorang pemerhati kota, Rasyid kepada BKM juga mengungkapkan tidak adanya ketegasan dari pemerintah kota dalam memberikan izin pembangunan hotel sepertinya mengabaikan analisa dampak lingkungan dan analisa lalu-lintas. “Sudah ada bangunan yang direnovesi dan dialih fungsikan menjadi bangunan komersial, harusnya dalam RTRW itu jelas, jangan sampai pembangunan hotel terus menjamur dan tidak ada kesiapan prasarana lainnya,” tambahnya.(arf-jun)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top