Parang dan Badik Berdarah di Tumpukan Pakaian Security – Berita Kota Makassar
Headline

Parang dan Badik Berdarah di Tumpukan Pakaian Security

GOWA, BKM — Kasus pembunuhan seorang perempuan di Perumahan Yusuf Bauty Garden, Jalan Manggarupi, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa terus diusut pihak kepolisian. Hingga Selasa (17/1) sore, tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa dan Unit Resmob Polda Sulsel telah mengamankan sejumlah barang bukti.
Diantaranya parang dan sebilah badik. Pada senjata tajam yang disebutkan terakhir masih terdapat bercak darah. Diduga, barang-barang yang diamankan dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) itu milik security perumahan dimana korban tinggal.
Selain milik security, barang bukti lain yang diamankan adalah beberapa pasang sepatu milik korban. Barang bukti tersebut disimpan di dalam kantongan warna kuning di pos security.
Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Moch Yunus Saputra, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sementara Kapolsek Somba Opu, Kompol Prabowo mengatakan, korban diduga meninggal secara tidak wajar. Hal ini terlihat dari adanya bekas luka gorok di leher korban.
Selain itu, saat ditemukan, korban dalam keadaan setengah telanjang. Korban tergeletak di depan kamar mandi dalam rumahnya.
Korban Rafika Hasanuddin (22) merupakan warga Dusun Balla, Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Ia menempati rumah di kompleks Yusuf Bauty Garden ini.
Badik yang diamankan polisi diambil dari balik tumpukan pakaian milik security Perumahan Yusuf Bauty yang diketahui bernama Saleh (38). Sebelumnya, Saleh mengaku pertama kali menemukan korban. Sebab sudah dua hari pintu rumah yang ditempatinya setengah terbuka.
Salah seorang anggota kepolisian kemudian mencabut badik itu dari sarungnya. Terlihat seperti ada karatan. Namun, di sekitar permukaan badik juga terlihat warna mencolok. Seperti bekas darah yang sudah mengering. Sementara parang yang diamankan hanya berwarna hitam. Tidak ada tanda tanda karatan sama sekali.
Dengan diamankannya sebilah parang dan sebilah badik itu, Saleh pun akhirnya diamankan ke Mapolres Gowa untuk diminta keterangan lebih lanjut.
Selain mengamankan satu parang panjang dan satu badik, gabungan tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel, DVI dan Polres Gowa juga mengamankan sebuah handphone. Merek Himax warna putih tipe Y13, dengan penutup belakang warna emas.
Handphone yang diduga kuat milik korban ini ditemukan di saluran air samping rumah korban. Penemuan ini berlangsung saat dilakukan olah TKP oleh Dokpol Polda Sulselbar yang dipimpin Kompol dr Eka Yunianto.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Anggota kepolisian masih berupaya mengumpulkan bukti petunjuk sebanyak mungkin di lokasi kejadian.
“Masih dalam proses lidik. Anggota kami masih bekerja di lapangan untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya. AKP Darwis membenarkan jika ponsel yang ditemukan saat olah TKP, betul milik korban. “HP yang ditemukan itu benar milik korban, setelah dicek nomornya. HP itu sudah dibawa tim Resmob Polda untuk diselidiki lebih lanjut,” terang AKP Darwis Akib.
Sebelumnya, pada Senin petang (16/1), warga sekitar rumah tinggal korban geger setelah. Rafika Hasanuddin (22) ditemukan sudah tak bernyawa dalam rumahnya itu Blok A/5.
Saleh, salah seorang security perumahan mengatakan, alumni Farmasi UIT ini sudah dua hari tidak terlihat. Saleh merupakan orang pertama yang menemukan mayatnya, setelah curiga dua hari melihat pintu rumah tersebut dalam keadaan terbuka setengah.
Saat ditemukan, kondisi mayat sudah mulai membusuk. Polisi bersama tim Dokpol langsung melakukan olah TKP, kemarin. Sementara jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani otopsi. Setelah itu, pihak keluarga membawa jenazah korban ke kampung halamannya di Luwu.
Salah seorang tetangga korban, Lisnawati mengaku sempat mendengar adanya benturan keras di tembok sebelum korban ditemukan tak bernyawa.
”Kejadiannya pada malam pukul 03.00 Wita sekitar tiga hari lalu. Suara benturan di tembok itu tidak hanya sekali. Tapi berulang kali,” ujar Lisnawati, kemarin.
Hanya saja, ia tidak merespon berlebihan suara tersebut. Dia menyangka ada aktivitas warga memperbaiki rumah. Tak ada di pikirannya perempuan yang juga tetangganya dianiaya oleh orang lain.
”Waktu itu tidak ada suara teriakan ataupun semacamnya. Nanti saya kaget ketika tetangga ribut-ribut adanya penemuan mayat. Kemungkinan malam itu korban dianiaya,” jelasnya. (sar-ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top