Ombudsman Tetap Tindak Lanjuti Laporan Pungli – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Ombudsman Tetap Tindak Lanjuti Laporan Pungli

BKM/ALALUDDIN Lukman Umar

MAMUJU, BKM — Sejak tahun 2016 hingga beberapa pekan terakhir, masih saja ada pihak yang menyampaikan keluhan kepada Ombudsman tentang aksi pungutan liar (Pungli) yang terjadi dibanyak sekolah di Sulawesi Barat.
Baik itu sekolah yang berada di bawah Kemenag maupun Diknas. Mirisnya, Pungli ini terjadi di tengah gema pendidikan gratis yang digaungkan pemerintah. ?Keluhan terhadap pungutan atau sumbangan berbagai macam ragam, mulai dari kesepakatan yang tidak sepenuhnya disepakati, program yang tidak efektif, hingga anggapan atau kecurigaan penyalahgunaan dana BOS oleh kepala sekolah, masih marak terjadi disejumlah daerah termasuk di Sulawesi Barat.
”Dengan adanya kasus semacam ini, ke depan kami kuatir akan berkonsekuensi mengurangi keharmonisan sekolah, masyarakat dan orang tua. Selain itu, adanya potensi pelanggaran hukum yang terjadi di dalamnya,” kata Ketua Ombudsman Sulbar, Lukman Umar, di kantornya, Senin (16/1).
Lukman mengatakan, landasan hukum tentang penyelenggaraan pendidikan mengisyaratkan segala bentuk pungutan di sekolah tidak dapat dibenarkan. Oleh karenanya, perlu dilakukan terobosan dari semua pihak agar penerapan pelayanan tingkat dasar dan menengah betul-betul bebas dari segala pungutan tanpa harus mengurangi mutu pelayanan pendidikan,” ungkap Lukman Umar.
Untuk proses tindaklanjut, Ombudsman Sulawesi Barat akan melakukan supervisi tertutup dan pemetaan sebelum melakukan pemanggilan untuk tahapan klarifikasi. Sebab, sebelum terbitnya Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli, Ombudsman telah melakukan pembinaan di beberapa sekolah terkait dugaan pungli.
jika di antara sekolah tersebut, masih ditemukan melakukan pungutan liar maka Ombudsman akan melakukan koordinasi dengan tim Saber Pungli untuk melakukan penindakan secara tegas.
”Sebelum melakukan pemanggilan, tim intelijen kami melakukan pemetaan terlebih dulu. Jika semua sudah clear dan memungkinkan, akan dilakukan operasi tangkap tangan bersama tim Saber Pungli agar mereka jera. Konsekuensinya kan begitu, jika tidak bisa lagi dibina harus ada sanksi dan diganti dengan yang lebih baik,” tegas Lukman. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top