Harga Elpiji Naik, Petani Mengeluh – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Harga Elpiji Naik, Petani Mengeluh

BERALIH -- Karena irit menggunakan tabung gas tiga kg, para akhirnya memilih beralih dari bahan bakar minyak untuk mengairi sawah mereka

SOPPENG,BKM — Intesitas curah hujan yang tidak menentu membuat petani di Limpomajang, Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa terpaksa menggunakan gas elpiji tiga kilogram untuk bahan bakar mesin pompa air mengairi persawahan para petani.
Warga Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa Sueb (50) kepada BKM, Selasa (17/1) mengatakandirinya terpaksa beralih menggunakan elpiji untuk mengirit pengeluaran. Sebab kalau kita pakai tabung gas cukup satu bisa kita pakai delapan jam sampai sembilan jam, sementara kalau pakai BBM untuk delapan jam itu sampai enam liter.
Namun Suaeb juga mengaku mulai khawatir karena beberapa hari terakhir ini isi ulang elpiji tiga kilogram mulai langkah kalau pun ada harganya naik sampai tiga puluh ribu.
“Kami sarankan kepada pemerintah supaya cepat mencari solusinya. Karena kami selaku masyarakat sangat butuh biar mahal asal selalu ada sekarang sudah mahal susah juga dapat nya ungkap Suaeb.
Sementara itu Alwi (50) salah seorang warga mengatakan elpiji 3 kg susah didapatkan. Kalaupun ada harganya sangat mahal.
”Kemarin saya beli gas Rp 25 ribu rupiah, padahal sebelumnya hanya Rp17 ribu,” jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Soppeng Ilham, SP. MM yang dihubungi via ponsel terkait kelangkaan elpiji 3 kg Selasa menduga kelangkaan Gas Elpiji 3 kg ini dipicu meningkatnya pemakaian isi ulang Gas elpiji 3 kg ini di tengah masyarakat.
“Kouta elpiji 3 Kg untuk Kabupaten Soppeng sebenarnya tetap, cuma ada indikasi elpiji 3 kg ini tidak lagi terbatas dipergunakan untuk konsumsi rumah tangga tapi juga digunakan petani yang menggunakan pompa mengairi sawah tidak lagi menggunakan BBM tapi beralih menggunakan elpiji dengan alasan lebih irit, sehingga pemakaian elpiji meningkat drastis beberapa hari terakhir ini”urainya
“Tapi Insya Allah, Tim kami segera turun kembali untuk mengecek masalah ini” kata Ilham.
Ilham menambahkan bahwa sebenarnya harga eceran tertinggi (HET) itu di tingkat pangkalan hanya 16 ribu Rp kata Kadis.
Namun dia berjanji akan menurunkan tim untuk segera turun untuk mengecek masalah ini kata Ilham di Bali telepon selulernya.
(ono/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top