Dispenda Maksimalkan Tapping Box – Berita Kota Makassar
Metro

Dispenda Maksimalkan Tapping Box

MAKASSAR, BKM– Badan Pendapatan Daerah (BPD) Kota Makassar kembali menambah sebanyak 250 unit Tapping Box atau alat perekam transaksi tahun ini. Alat perekam tersebut untuk mencegah terjadinya kecurangan atau kebocoran pajak dan retribusi yang dilakukan oleh wajib pajak.
“Dengan memasang alat tapping box di kasir atau tempat pembayaran, maka semua transaksi dapat kami ketahui. Alat itu untuk meminimalisir kecurangan. Kenapa pendapatan asli daerah (PAD) kita sampai saat ini masih rendah karena kecurangan tersebut,” ungkap Kepala Dispenda Kota Makassar, Irwan Adnan saat menghadiri rapat dengar pendapat di ruang Komisi B Gedung DPRD Makassar, Selasa (17/1).
Irwan menambahkan, pemasangan alat tapping box ditempatkan di berbagai tempat seperti outlet, tempat hiburan, toko, hotel, dan restoran. Selain itu, pihaknya menargetkan kedepan seluruh wajib pajak harus menggunakan alat perekam. Dengan alat tapping box pihaknya memastikan dapat meminimalisasi kebocoran dan kecurangan pembayaran pajak yang harus disetorkan pengusaha ke Pemerintah Kota Makassar. “Hal ini dilakukan agar dapat mencatat semua transaksi, mengetahui besaran pajak yang harus dibayar pada pemerintah daerah. Transaksi melalui alat itu juga akan terkoneksi langsung ke Dispenda sehingga akan diketahui perusahaan yang nakal,” katanya.
Ia juga menambahkan, penggunaan alat perekam transaksi ini telah dilakukan sejak awal 2016 dengan meluncurkan sebanyak 500 unit. Penambahan 250 unit pada 2017 mendatang agar target PAD dapat melampui Rp1,6 triliun.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Makassar, Amar Busthanul mengaku mendukung Pemkot Makassar memperbanyak alat tersebut untuk menertibkan dan mengoptimalkan pemasukan pajak daerah dari seluruh wajib pajak.
“Alat itu fungsinya merekam data transaksi, jadi tidak ada lagi alasan perusahaan rugi atau tidak rugi dan tidak untung sebab pembayaran pajak tidak diambil dari keuntungan, melainkan uang rakyat yang dititip,” ujarnya.
Legislator dua periode itu juga meminta Dispenda melakukan pemasangan 250 alat tapping box pada restoran dan hotel. Hotel dan restoran selama ini tidak realistis dalam melakukan pembayaran.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, mengatakan, ada oknum usaha Hiburan dan restoran yang melakukan pemalsuan data. Dari data yang dipaparkan realisasi pajak sampai akhir tahun 2016 untuk hotel hanya sampai 56,71 persen atau sebesar Rp70 miliar dan pajak Hiburan sebesar 44,49 persen atau sekitar Rp27 miliar.(ita)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top