Sulselbar

Dewan Soroti PDAM

LUTIM, BKM — Warga perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Desa Puncak Indah, kecamatan Malili, Luwu Timur telah menyampaikan aspirasi ke DPRD.
Dalam aspirasinya, masyarakat menyampaikan keluhan soal air yang berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai tidak layak digunakan. “Itu air PDAM kotor, kadang hitam, coklat dan mahal dibayar,” ungkap Aswan, salah seorang warga.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur, Herdinang mengusulkan untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan PDAM.
“Saya meminta agar pihak PDAM menjelaskan kepada kami soal adanya keluhan masyarakat karena air yang mengalir di perumahan PNS hitam dan warga diminta membayar Rp500 ribu bahkan Rp1 juta,” ungkap Herdinang.
Sementara Plt Direktur PDAM Luwu Timur, Saiful pun meminta maaf atas ketidaknyaman yang dirasakan oleh pelanggan saat ini. Menurutnya, dirinya baru mengetahui jika air seperti itu pada saat adanya aspirasi pelanggan.
Soal tagihan air yang hingga jutaan rupiah, kata Saiful, itu merupakan rangkuman dari beberapa bulan. “Penagihan sudah sudah diterbitkan setiap bulan berdasarkan catatan meteran sehingga adapun sampai jutaan itu rangkuman dari beberapa bulan,” katanya. (alp/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top