OTT Jaring PNS Disparbud, Adnan Sebut Kelalaian – Berita Kota Makassar
Headline

OTT Jaring PNS Disparbud, Adnan Sebut Kelalaian

GOWA, BKM — Tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Polres Gowa mengamankan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di pos penjagaan retribusi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Abdul Rasyid Tompo bin Karaeng Nappa (53) terjaring operasi tangkap tangan (OTT, Minggu (15/1). Ia memungut retribusi wisata secara ilegal.
Menyikapi hal itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta agar yang bersangkutan dikembalikan dan diserahkan ke pihaknya. Ia berjanji akan bertanggung jawab dan membina PNS tersebut.
Menurut Adnan, perbuatan yang dilakukan oleh oknum PSN itu merupakan sebuah kelalaian dalam administrasi. ”Ini hanya kelalaiann administrasi dari yang bersangkutan. Mungkin saja dia takut targetnya tidak tercapai. Makanya, dia menarik retribusi. Untuk itu kami meminta ke pihak kepolisian untuk menyerahkan yang bersangkutan kepada kami. Biarkan kami yang memberi pembinaan,” terang Adnan, Senin (16/1).
Dijelaskan, pungutan retribusi masuk lesehan Bili-bili itu kemungkinan merupakan penyesuaian SKPD baru. ”Bisa saja terjadi kelalaian , karena penyesuaian SKPD baru. Jadi dia lupa karcisnya. Namun yang jelas, saya akan bertanggungjawab atas kejadian ini. Selaku bupati saya akan menindaklanjuti,” tandasnya.
Terkait permintaan itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menegaskan, hal itu tergantung tim saber pungli. ”Kalau memang oknum PNS tersebut masih bisa dibina, akan kena sanksi administratif. Tergantung tim gabungan saber pungli,” ujarnya.
Dijelaskan Dicky, PNS Disparbud tersebut terjaring dalam TT sekitar pukul 15.00 Wita di pos lesehan Beroangin Bili-bili, Lingkungan Ujungbulo, Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Turut diamankan barang bukti berupa tunai Rp2.715.000 dan dua buah buku nota kontan.
“Oknum PNS ini diamankan karena diduga telah melakukan pungutan retribusi yang diduga ilegal. Karena sejak memasuki tahun 2017, pihak Disbudpar Gowa belum menerbitkan karcis masuk retribusi wisata. Sementara oknum PNS ini tetap melakukan pungutan kepada pengunjung lesehan sebesar Rp3.000, meskipun tanpa karcis masuk,” jelas Dicky. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top