Sulselbar

Kisruh RSUD Diduga Dipicu Soal Proyek

PAREPARE, BKM — Penyebab kisruh internal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare dan Dewas Rahman Saleh dan Rahman Mappagiling mulai terkuak. Perseteruan tersebut diduga dipicu soal proyek.

Sebelum kejadian, Direktur RSUD, dr Muhammad Yamin menolak tawaran anggota Dewas yang ingin mengelola instalasi gizi RSUD Andi Makkasau.
Pasalnya, pengelolaan instalasi gizi RSUD selama selama ini dilakukan secara swakelola. Rahman Mappagiling diketahui meminta pihak manajemen RSUD agar pengelolaan instalasi gizi RSUD dipihakketigakan dengan alasan biar pengelolaan anggarannya transparan.
”Memang saya mau pihakketigakan agar anak saya bisa ikut lelang, tapi itu tidak terjadi,”ujar Mappagiling kepada wartawan saat jumpa pers dua hari lalu.
Fakta di lapangan menyebutkan, anak Mappagiling sudah mengajukan berkas penawaran lelang terkait pengelolaan instalasi gizi RSUD tapi permintaan itu ditolak Plt Direktur RSUD. Hal ini dibenarkan dr Muh Yamin saat dikonfirmasi, Senin (16/01).
Sejak ditetapkannya Dewas RSUD yang baru pada pertengahan 2016 lalu, dr Muh Yamin mengaku telah mengeluarkan kebijakan bahwa siapa pun pihak di lingkup RSUD termasuk direktur dan Dewas RSUD dilarang atau tidak boleh dan tidak ada peluang melakukan usaha di dalam usaha, dalam hal ini mengerjakan proyek, walau pun peluang itu ada karena ada orang yang potensi untuk itu dan pasti kostnya tinggi. “Kebijakan itu saya keluarkan dan berlakukan setelah ditetapkan Dewas yang baru pada 2016 lalu, dan Dewas tahu kebijakan itu,” beber dr Yamin.
Sebelumnya Rahman Mappagiling diketahui pernah diberikan proyek penunjukan langsung (pengecatan) senilai kurang lebih Rp 50 juta oleh pihak RSUDtapi dikembalikan karena alasan nilainya terlalu kecil.
“Saat itu juga, sebelum menjadi Dewas, dia (Rahman Mappagiling) meminta agar pengelolaan instalasi gizi dipihak ketigakan dan pekerjaannya diberikan kepadanya,” urainya.
Menurut dr Yamin, pengelolaan instalasi gizi dengan cara swakelola berpotensi dipihak ketigakan, tergantung kepentingannya apakah menguntungkan bagi RSUD Andi Makkasau jika pengelolaannya dipihak ketigakan atau tidak. “Tapi kalau itu dilakukan karena kemungkinan ada kepentingan lain di dalamnya, tentu saja kami tidak setujui untuk dipihak ketigakan,” jelasnya.
Masalah proyek pengecatan senilai Rp 50 juta yang dikembalikan tersebut ke manajemen RSUD diakui Rahman Mappagiling. (smr/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top