Jadi PTN-BH, UKT Unhas tak Naik Hingga 2018 – Berita Kota Makassar
Headline

Jadi PTN-BH, UKT Unhas tak Naik Hingga 2018

MAKASSAR, BKM — Kampus terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Prof Mohamad Nasir menekankan, perubahan status yang disandang Unhas jangan sampai membebani biaya kuliah mahasiswa. Walaupun secara mandiri sudah bisa menentukan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswanya.
Mohamad Nasir menyebutkan, tujuan peralihan status PTN menjadi PTN-BH adalah untuk mendorong PTN bersaing di tingkat internasional. Sebab saat ini hanya 2 PTN di Indonesia yang masuk di rangking internasional. Karena itu, PTN-BH ini memiliki tugas untuk bersaing secara internasional.
“Sekarang ini posisi perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional berada pada urutan 700 ke atas. Nah, itu yang akan kita dorong, supaya naik ke angka 500-an,” kata Mohamad Nasir, saat sesi jumpa pers di Gedung Rektorat Unhas lantai 8, Senin (16/1). Menteri didampingi Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.
Menristek Dikti mengingatkan, kendati Unhas sudah bisa mengelola kampusnya secara mandiri, namun tetap ada pengawasan yang dilakukan Inspektorat, BPKP dan BPK.
Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina menjelaskan, status sebagai PTN-BH akan menguntungkan kampus tersebut. Termasuk mahasiswanya sendiri.
Menurut orang nomor satu di kampus merah itu, selama ini pengelolaan potensi bisnis dan aset yang dimiliki Unhas tidak bisa terlaksana dengan baik. Hal itu karena tersandung sejumlah aturan yang ada. Begitu pula layanan akademik maupun non akademik yang tidak bisa terlaksana secara maksimal.
Penetapan status PTN-BH kepada Unhas disambut baik seluruh civitas akademik. Karena bisa memaksimalkan pengelolaan potensi yang ada, termasuk bisnis.
Namun, kendati sudah menyandang PTN-BH, Dwi menegaskan, tidak akan cepat-cepat menaikkan iuran kuliah yang disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bahkan sampai 2018 mendatang. Alasannya, mayoritas mahasiswa yang menempuh perkuliahan di kampus ini berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari dataran tinggi, pesisir, hingga wilayah pelosok. Utamanya dari daerah-daerah yang berada di KTI.
Meski begitu, Dwia menyadari, sekitar 60 persen sumber pemasukan Unhas berasal dari dana terhimpun UKT. Sementara sisanya, sekitar 40 persen berasal dari pengelolaan bisnis maupun aset.
Dengan predikat barunya, jelas Prof Dwia, Unhas diharapkan bisa menekan sumber pemasukan dari UKT hingga menjadi 40 persen. Sementara 60 persen, diharapkan bisa diperoleh dengan memaksimalkan bisnis maupun aset.
“Ke depan, UKT mahasiswa sebagai sumber penghasilan Unhas, secara perlahan akan ditekan,” ungkap Dwia.
Beberapa potensi yang akan dimaksimalkan, seperti pengelolaan tambak yang telah dibeli saat Prof Idrus Paturusi menjadi Rektor Unhas.
Selain itu, Unhas juga akan menjalin sejumlah kerja sama, khususnya di bidang sumber daya energi. Beberapa kerja sama sudah menanti. Diantaranya pengembangan energi di Provinsi Papua, Kota Poso, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Unhas juga akan mengembangkan budidaya rumput laut dan ikan gabus, serta menjadi pusat pembenihan padi.
“Kami optimistis dengan mengelola sumber daya dan potensi yang ada secara maksimal, Unhas akan mendapat pemasukan yang besar,” kata Dwia.
Pada hari yang sama, dimana Unhas mengumumkan status PTN-BH kepada publik, sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Unhas Bersatu menolak perubahan status Universitas Hasanuddin sebagai PTN-BH.
Alasan para pendemo, perubahan status Unhas merupakan tanda terjadinya komersialisasi pendidikan di Unhas.
Mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa sempat bersitegang dengan Wakil Rektor III Unhas, Abdul Rasyid Jalil. Namun tidak berlangsung lama. Para pendemo melakukan orasi secara bergantian. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top