Bupati Copot Lurah Bajubodoa – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Bupati Copot Lurah Bajubodoa

MAROS,BKM– Bupati Maros HM Hatta Rahman mencopot Lurah Bajubodoa, Kecamatan Maros Baru, Arisandy Sucitra Fahri. Pencopotan ini dilakukan Hatta akibat tidak hadirnya Arisandy dalam upacara penyematan tanda pangkat lurah di Lapangan Pallantikang, Senin (16/1).
Hatta mencopot Arisandy yang mangkir dua kali dalam upacara penyematan tanda lurah. Senin pekan lalu, penyematan pertama telah dilakukan dan sebanyak 5 pejabat baru lurah tidak hadir. Sehingga kembali dijadualkan penyematan tanda lurah Senin kemarin. Namun, lagi-lagi Arisandy tidak hadir, sehingga hanya empat lurah baru yang disematkan tanda pangkatnya.
”Aturannya pangkat lurah tersebut tidak bisa dipakai kalau tidak disematkan. Ini pelanggaran indisipliner sebagai lurah, karena sudah dua kali mangkir dari undangan penyematan tanpa alasan jelas,” ujar Hatta.
Hatta menambahkan, hal ini menjadi warning bagi semua pejabat agar menjalankan tugas dengan baik. Apalagi jabatan lurah merupakan jabatan yang bersifat pelayanan terhadap masyarakat.
Sementara itu, Lurah Bajubodoa, Arisandy Sucitra Fahri saat dikonfirmasi Senin kemarin, mengaku menerima pencopotannya sebagai Lurah Bajubodoa. Dirinya memaklumi kekecewaan bupati Maros karena dua kali undangan penyematan yang tidak dihadirinya.
Namun, pihaknya memastikan ketidak hadirannya bukan unsur kesengajaan. ”Pada undangan pertama Senin pekan lalu, saya terlambat datang karena undangan awal penyematan pukul 08.30 di ruang pola, kemudian menyusul ada lagi informasi lanjutan tambahan susunan upacara undangan pukul 07.30. Namun saya kira hanya upacara jadi saya menyesuaikan waktu saya datang usai upacara. Ternyata, penyematan berada dalam rangkaian upacara tersebut,” bebernya.
Sedangkan pada undangan penyematan kedua, lanjut dia, dirinya kembali menerima informasi penyematan dilakukan saat upacara bagi lurah yang belum disematkan. Dari informasi ini, dirinya kemudian melakukan konfirmasi ulang terhadap salah satu rekannya di Pemkab Maros dan mendapat informasi keliru.
”Saya telepon ke teman saya. Tapi teman saya menginformasikan saya tidak perlu hadir. Karena yang mau disematkan tanda pangkatnya ini khusus untuk yang belum ikut ujian kompetensi. Jadi saya kembali tidak hadir yang kedua. Ternyata, saat upacara berlangsung tadi, saya mendapat telepon bahwa saya termasuk yang disematkan. Akhirnya saya buru-buru tapi tetap terlambat datang,” jelasnya.
Arisandy pun mengaku menerima konsekuensi dari ketidakhadirannya yang berujung pada pencopotan dirinya sebagai lurah Bajubodoa. ”Saya menerima pencopotan ini. Tapi ketidakhadiran saya dalam penyematan ini tidak ada unsur kesengajaan. Semua murni kesalahan komunikasi,” pungkasnya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top