Sulselbar

Dua Anggota Dewas Siap Dicopot

SIAP DICOPOT -- Dua anggota Dewas RSUD Andi Makkasau saat jumpa pers di kediaman Rahman Mappagiling, Minggu (15/1)

PAREPARE, BKM — Dua anggota Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Rahman Saleh dan Rahman Mappagiling membantah tudingan terhadap dirinya menjadi sumber masalah terkait seterunya dengan Plt Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr Muhammad Yamin.
Bahkan keduanya, menggelar jumpa pers di kediamanya, Minggu (15/1) dan siap dicopot jika benar keduanya telah menjadi sumber masalah seperti tudingan oleh banyak pihak.
Menurutnya tuduhan yang disampaikan mantan Ketua KNPI Parepare, Muh Ali dan Ketua Forum LSM, As Oedin dinilainya tidak benar bahkan terkesan memojokkan dirinya.
Padahal keduanya hanya melakukan cros cek apa masalahnya terjadi sehingga membuat kami berdua merasa terpojok dan disalahkan yang belum tentu benar penyataan semua pihak diluar.”Kami tau masalah dan tau aturan, semua yang kami sampaikan sudah melalui prosedur terkait masalah manajemen RSUD Andi Makkasau,”terang, Rahman Mappagiling.
Soal pencopotan bagi Mappagiling itu tak masalah yang penting kesalahan kami bisa dibuktikan. Apakah memang kami yang biangnya masalah atau Plt Direktur RSU Andi Makkasau.”Yang biang masalah ini adalah dr Muh Yamin dimana telah melaporkan kami berdua di Polres hanya persoalan keetrsinggungan, padahal itu hanya kritikan membangun,”tuturnya.
Mappagiling juga membantah jika mengerjakan proyek mobile sebesar Rp 50 juta tahun anggaran 2016 lalu,”Kami pernah ditawarkan tapi menolak karena tidak sesuai anggaranya,”katanya.
Mengenai masalah katering RSUD Andi Makkasau, jelas Mappagiling pernah mengusulkan agar dipihakketigakan tapi ditolak manajemen RSUD dan memang diakui kalau dipihakketigakan perusahan anaknya bisa masuk.
”Tapi itu tidak jadi dipihak ketigakan,”alasasnya.
Jadi, kata Mappagiling, yang fokus dipersoalan adalah masalah silpa yang mencapai Rp 13 miliar tahun 2015 tapi tidak jelas rimbanya bahkan informasinya sudah sisa Rp 5 miliar.
”Kami pernah sampaikan ke owner terkait dana silpa itu, bahkan diakui dr Muh Yamin bahwa dana Silpa itu dipinjamnya,”tuturnya.
Mappagiling mengingingkan agar RSUD Andi Makkasau transparansi dalam manajemen administrasi keuangan agar tidak menjadi masalah.
”Tugas kami dewas sudah jelas, kami tidak pernah berbuat tidak sesuai prosedur,”tuturnya.
Rahman Saleh juga mengakui keduanya tidak pernah melaporkan dr Muh Yamin ke polisi terkait masalah obat atau masalah manajemen RSUD Andi Makkasau.
Laporan kata dia ditunukan kepada dua oknum LSM Ihsan dan Muslimin karena menyerang kami secara privasi di facebook,”Jadi yang kami lapor itu dua oknum LSM yang memposting facebook tentang masalah kami,”katanya. (smr/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top