Headline

Danny Bisa Lewat Independen dan Parpol

MAKASSAR, BKM — Calon kepala daerah yang maju lewat jalur perseorangan atau independen dan berhasil menang, sudah terbukti di Pemilihan bupati (pilbup) Gowa 2015 lalu. Pasangan Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Malaganni Kr Kio tampil sebagai pemenang mengalahkan empat pasangan lain.
Meski Adnan-Kio maju lewat jalur perseorangan, namun tiga partai juga ikut memberikan dukungan.Masing-masing Partai Gerindra, PAN serta PDI Perjuangan.
Kemenangan Adnan-Kio di Pilbup Gowa bisa menjadi inspirasi Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto jelang pemilihan wali kota (pilwali) 2018 mendatang.
Apalagi, di Pilwali Kota Bandung, Jawa Barat 2013 lalu. Arsitek Ridwan Kamil juga menang lewat jalur perseorangan.
“Jadi sah-sah saja jika Pak Danny maju lewat jalur independen,” ujar Wiliady, peneliti dari lembaga Cita Komunikasi (Cikom), perusahaan di bawah bendera PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Minggu (15/1).
Menurut Wiliady, semua bakal calon wali kota berpeluang maju lewat jalur independen ataupun jalur partai politik. “Hanya saja, jika maju lewat independen memang sedikit agak ribet. Karena harus teliti betul dalam menyiapkan administrasinya. Maju sebagai calon independen perlu strategi yang kuat. Apalagi di Makassar, masyarakatnya sangat melek terhadap calon yang akan dipilihnya,” jelas Wiliady.
Dosen politik UIN Alauddin, DR Firdaus Muhammad menilai, konstestasi pilwali Makassar akan menjadi arena pertarungan antarpartai. Seperti Golkar dan Demokrat, serta partai lainnya melalui kandidat usungan masing-masing.
Menurutnya, Partai Golkar bakal mengusung kadernya seperti Farouk M Betta, Haris YL atau non kader, seperti Danny yang akan dipaketkan dengan kader Golkar. Sementara Demokrat bakal mengusung Aliyah Mustika atau Syamsu Rizal serta kader lain, juga berpeluang diusung seperti Danny.
“Meski diakui bila paket Dany-Ical sudah semakin sulit untuk terbangun kembali,” ujar Firdaus.
Demikian pula Nasdem dapat mempersiapkan Rahmatika Dewi alias Tika untuk maju di pilwali. Atau justru berkoalisi dengan Demokrat mengusung paket Ical-Tika atau Aliyah-Ical.
“Jadi, meski calon maju lewat jalur perseorangan, bisa saja ada partai politik yang ikut mendukung,” tambah Firdaus.
Sebelumnya, Danny telah mengisyaratkan bakal meniru strategi Adnan-Kio yang menang dengan jalur perseorangan. “Biarkan keduanya jalan lebih aman. Apakah nanti kita pakai partai politik, kemudian masyarakat yang kumpul KTP sebagai dukungan. Atau sebaliknya. Jadi biarkan berkembang. Intinya tidak boleh kita batasi keinginan masyarakat,” ujar Danny di Hotel Four Point by Sheraton, pekan lalu.
Danny menilai, masyarakat saat ini telah berinisiasi mengumpul KTP tanpa dia suruh. Adapun untuk partai politik, dia mengaku intens menjalin komunikasi, mulai di tingkat provinsi maupun pusat.
“Pemilik ruang demokrasi adalah partai politik. Tapi bukan berarti kita tidak menganggap keberadaan rakyat. Kalau kita gabungkan keduanya, itu dahsyat sekali,” katanya.
Terkait tawaran elit parpol agar Danny dapat bergabung, ia menegaskan bahwa belum saatnya. Danny takut jika waktunya mengurusi warga Kota Makassar berkurang jika bergabung di salah satu partai politi.
Meski begitu, Danny memberikan apresiasi kepada sejumlah parpol yang sudah mengajaknya untuk bergabung. Danny mengatakan, seluruh parpol yang selama ini dekat dengan dia, memiliki visi yang sama dalam menyejahterakan rakyat.
Danny juga mengakui bila dirinya memiliki kedekatan yang cukup baik dengan seluruh partai politik. Hanya saja, di sisa masa jabatannya sebagai wali kota, ia ingin fokus melayani warga Kota Makassar.
“Ibaratnya saya ini saya polisi lalulintas. Semua partai jalan. Kita jaga keharmonisan ini. Insya Allah, kalau urusan rakyat ini berkurang, kayaknya saya sudah siap berpartai. Selama urusan rakyat belum berkurang, biarmi saya urus rakyat dulu,” tambahnya.
Saat ini, sejumlah komunitas atau elemen masyarakat pendukung Danny telah terbentuk. Diantaranya DP Community. Para relawan dikabarkan ikut memberikan dukungan untuk pengumpulan KTP di masyarakat. (rif)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top