Gojentakmapan

Beratap Terpal Berdinding Kain

BKM/SAR TINJAU -- Camat Bontomarannu, H Rachman M didampingi Lurah Borongloe, H Rivai M, Kepala Lingkungan Balang-balang, H Ahmad Yani saat meninjau kondisi rumah gubuk yang dihuni Dg Minggu bersama keluarganya di Lingkungan Songkolo, Kelurahan Borongloe.

GOWA, BKM — Himpitan ekonomi yang menimpanya tidak membuat Dg Minggu (40) jadi putus asa. Lelaki yang bekerja sebagai sopir angkutan umum ini tetap menikmati hidupnya bersama isterinya, Dg Bulang (39) bersama empat orang anaknya yang masih kecil-kecil. Satu di antaranya masih berumur sekitar tiga bulanan.
Rumah yang ditempati Dg Minggu bersama keluarganya untuk berlindung dari panas dan hujan adalah sebuah petak kecil berukuran sekitar 3×4 meter berangka bambu dengan dinding papan sisa olahan. Atap gubuknya bentangan terpal biru dan dindingnya sebagai terpal dan kain seprei bekas. Gubuk ini berlantai tanah.
Miris jika melihat kondisi gubuk yang dihuni Dg Minggu yang terletak di Jalan Bontotene, Lingkungan Songkolo, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Namun siapa sangka jika Dg Minggu pernah nekat menyatukan dua istrinya dalam gubuk itu. Masing-masing istrinya memiliki anak dari buah pernikahannya dengan Dg Minggu.
Hanya saja, kehidupan yang telah dijalani Dg Minggu kurang lebih empat tahun dalam gubuk derita, telah membuat isteri kedua Dg Minggu memutuskan pergi dan menceraikan dirinya dari suaminya. Kini, tinggal Dg Minggu bersama isteri pertamanya bernama Dg Bulang (39) yang masih setia mendampinginya di gubuk tersebut serta membesarkan empat orang anaknya yang masih kecil-kecil. Satu di antaranya masih berumur sekitar tiga bulanan.
Untungnya kondisi kehidupan Dg Minggu tertolong melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Sehingga kebutuhan anak-anaknya sedikit tertanggulangi. Kondisi riskan Dg Minggu ini sampai ke meja Pemerintah Kecamatan Bontomarannu. Camat Bontomarannu, H Rachman Mapparessa didampingi Lurah Borongloe, H Rivai Mapparessa serta Kepala Lingkungan Balang-balang, H Ahmad Yani, dan Plt Kepala Lingkungan Songkolo, Jumaliah, meninjau langsung gubuk Dg Minggu, Selasa siang (10/1).
Saat berkunjung, camat Bontomarannu langsung trenyuh melihat kondisi rumah dan bagian dalam rumah hunian warganya itu. ”Kalau dibilang miskin, yah inilah yang dibilang miskin. Bahkan sangat miskin. Untungnya warga kita ini masukji program PKH sehingga terbantu sedikit,” jelas Rachman.
Untuk saat ini, kata camat, pihak pemerintah kecamatan masih mencari tahu dulu dari mana asalnya warga ini. Apalagi baru empat tahun menetap di wilayah Borongloe.
Sementara itu, Lurah Borongloe, H Rivai Mapparessa, mengatakan, pihaknya bersama para kepala lingkungannya terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan masih adanya warganya yang berkehidupan tak layak. Termasuk kehidupan Dg Minggu yang baru diketahui berdasarkan laporan aparatnya.
”Kita akan mendata warga-warga yang taraf kehidupannya di bawah standar agar diketahui baik di kelurahan, kecamatan bahkan kabupaten,” kata Rivai. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top