Tetap Berharap Diakomodir – Berita Kota Makassar
Metro

Tetap Berharap Diakomodir

TENAGA honorer berharap Pemerintah Provinsi Sulsel tetap mengakomodir mereka untuk mengabdi sebagai guru di SMA dan SMK. Meskipun selama ini gaji mereka dibayarkan dari dana bantuan gratis setiap sekolah. Itupun setiap tiga bulan.
Salah satu tenaga honorer guru yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMA Negeri 2 Makassar, Anshar mengatakan, selama pengalihan kewenangan SMA dan SMK ke provinsi, dia dan teman-teman sesama honorer was-was apakah dia tetap diakomidir atau tidak. “Saya juga sempat was-was bersama teman honorer lainnya. Saya hanya berharap pekerjaan kita tidak terputus sebagai tenaga honorer dan tetap diakomodir oleh pemprov,” harapnya.
Ditanya soal intensif yang diterimanya selama ini, Anshar mengatakan, ia menerima dari honor dan pemberian dari sekolah. “Kita hanya menikmati insentif dari sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Makassar, Masita juga berharap pemprov tetap mengakomodir tenaga pengajar honorer. Sebab selama ini tenaga honorer banyak membantu dalam aktifitas mengajar, sebab guru yang berstatus PNS masih kurang.
Adapun gaji mereka ujar Masita, di terima dari belas kasihan sekolah. “Kasian tenaga honorer, mereka sisa menungu belas kasihan. Kalau ada yang kasih syukur dan mereka menerima insentif dari dana gratis. Hitungannya, mereka dibayar Rp 2.500/ jam, jadi kalau 10 jam hanya Rp 25.000. Itupun insentif yang dari Januari sampai Juni dibayarkan dibulan Juni,” ungkap Masita, kemarin.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar juga meminta Pemprov Sulsel tetap mengakomodir seluruh guru SMA dan SMK yang masih berstatus honorer. Hal tersebut dilakukan agar nasib para guru honorer SMA dan SMK yang telah dilimpahkan ke Pemprov Sulsel tetap bertahan dan bekerja.
Menurut Ismunandar, dulunya tenaga honorer diterimauntuk membantu aktifitas belajar mengajar di sekolah tetap lancar. Sehingga jika para tenaga honorer SMA dan SMK ditiadakan, berarti aktifitas belajar mengajar di tingkat SMA dan SMK berpotensi kacau. Harusnya, Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel tidak hanya mengambil SMA dan SMK tetapi juga harus mengambil seluruh yang ada didalam SMK dan SMK termasuk tenaga honorer.
“Dulu honorer itu diambil untuk menunjang aktifitas belajar mengajar di sekolah maksimal. Karena tenaga honorer diambil pihak sekolah untuk membantu guru yang sedikit. Kalau tenaga honorer ditiadakan tentu pasti aktifitas belajar mengajar nanti kacau,” kata Ismunandar.
Pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar tambah Ismunandar, memastikan sudah tidak dapat lagi menerima tenaga honorer guru SMA dan SMK kalau SMA dan SMK tetap berada di Pemprov Sulsel. Dia berharap, Pemprov Sulsel dapat lebih bijak melihat keberadaan guru honorer SMA dan SMK yang telah dilimpahkan. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top