Pelabuhan Parepare Masih Jadi Pintu Masuk Sabu – Berita Kota Makassar
Headline

Pelabuhan Parepare Masih Jadi Pintu Masuk Sabu

MAKASSAR, BKM — Pelabuhan Nusantara Parepare masih menjadi pintu masuknya narkoba jenis sabu-sabu di Sulawesi Selatan. Hal itu terbukti dari sejumlah pengungkapan kasus penyelundupan barang haram ini dalam sebulan terakhir, yang lokasinya di pelabuhan tersebut.
Barang bukti narkoba itu telah dimusnahkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono di halaman mapolda, Jumat (13/1). Hadir Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Kajati Sulsel Hidayat dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Pemusnahan dilakukan dengan cara dimasak untuk dicairkan.
Narkoba yang dimusnahkan berupa sabu seberat 15,3 kg dan ektasi 1.966 butir. Semuanya merupakan hasil operasi November dan Desember 2016.
”Dari barang bukti sabu yang dimusnahkan ini, 1,9 kg diantaranya diamankan di Pelabuhan Parepare. Dikemas dalam 40 bungkus besar. Pengungkapan kasusnya pada hari Kamis (12/1) pukul 13.00 Wita,” terang Kapolda, kemarin.
Diakui Muktiono, penyelundupan sabu-sabu melalui pintu masuk pelabuhan Parepare bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sudah ada beberapa bandar dan pengedar yang diamankan di lokasi tersebut. Barang bukti yang disita juga tergolong besar.
”Setahu saya, bukan kali ini barang bukti sabu diamankan petugas Polsek KPN (Kawasan Pelabuhan Nusantara) Parepare. Tahun lalu, polisi juga mengamankan 30 kg sabu yang akan dikirim melalui pelabuhan. Termasuk yang diungkap sejak Kapolres AKBP Alan Gerrit Abast dan penggantinya AKBP Pria Budi. Kami apresiasi kedua kapolres ini,” kata Kapolda.
Terpisah, Kapolsek KPN Parepare, AKP Syarifuddin Limpo menjelaskan kronologis pengungkapan sabu seberat 1,9 kg tersebut. Menurut dia, barang bukti tersebut diamankan saat berlangsung patroli multi kejahatan, Kamis (12/1) pukul 13.00 Wita. Operasi rutin ini memeriksa para penumpang kapal dan barang bawaannya.
”Sabu tersebut dibawa dari Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) oleh seorang penumpang yang mengaku sebagai kurir. Namanyan Mansur. Ia menumpang KM (Kapal Motor) Bukit Siguntang dan bersandar di Pelabuhan Nusantara Parepare,” jelas AKP Syarifuddin Limpo yang memimpin langsung jalannya operasi.
Ketika turun dari kapal, polisi langsung menghentikan Mansur. Sebab gerak geriknya begitu mencurigakan. Tas serta barang bawannya kemudian diperiksa.
Dalam sebuah kardus Apollo, ditemukanlah 40 bal serbuk kristal putih yang dicurigai narkoba jenis sabu. Barang tersebut terbungkus kantong plastik. ”Penumpang tersebut langsung kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek, Jumat (13/1).
Dari hasil pemeriksaan aparat, Mansur yang berusia 37 tahun merupakan karyawan swasta. Ia beralamat di Jalan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kaltara.
Rencananya, barang yang dibawa Mansur akan diserahkan kepada pemesannya bernama Arlan. Alamatnya di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Tim gabungan Polda Sulsel dibackup aparat Polsek KPN saat ini tengah melakukan pengembangan di lapangan.
Tersangka Mansur bersama barang bukti sabu yang dibawanya, diamankan di Polda Sulsel. Karena saat barang bawaan tersangka digeledah di Pelabuhan Nusantara Parepare, tim gabungan dari Polda Sulsel juga berada di TKP. Selanjutnya, penanganan kasus ini ditangani Polda Sulsel.
Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi mengkonfirmasi kebenaran pengungkapan kasus ini. ”Kami masih melakukan koordinasi dengan Polda Sulsel. Kami satu tim akan melakukan pengembangan lagi, karena kemungkinan jaringannya cukup besar,” tandasnya.
Wagub Sulsel, Agus AN yang hadir dalam pemusnahan barang bukti di mapolda, mengapresiasi kinerja kepolisian yang begitu gigih dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba. Dia menyebut, polisi tidak mengenal waktu dalam melakukan operasi ke wilayah yang menjadi sasaran peredaran narkoba.
Dalam kesempatan yang sama, Agus meminta kepada wali kota Makassar untuk menghadirkan duta narkoba pada setiap lorong di kota ini. Selanjutnya, duta tersebut rutin mengumpulkan warga yang tinggal di lorong untuk diberi pemahaman tentang bahaya narkoba. Dengan begitu, nantinya lorong yang ada di Kota Makassar bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Terkait masuknya narkoba di sekolah-sekolah dalam berbagai bentuk dan daya tarik, Agus berharap agar para guru dan tokoh agama dilibatkan dalam upaya pemberantasannya. ”Mereka hendaknya diajak melihat langsung para korban penyalahgunaan narkoba,” saran Wagub.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga memberi apresiasi terhadap polisi yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba. ”Penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan. Karena itu, kita mendukung sepenuhnya polisi yang terus berusaha mengungkap kasus ini,” kata Danny, sapaan akrab wali kota. (ish-smr/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top