Headline

‘Kawin Paksa’ Bisa Terjadi di Pilwali

MAKASSAR, BKM — Peluang Moh Ramdhan Pomanto untuk maju di pemilihan wali kota (pilwali) 2018 kian terbuka lebar. Dau partai politik besar, yakni Golkar dan Demokrat masih menjagokan sang petahana.
Jika merujuk pada hasil survei saat ini, setiap partai memberikan isyarat akan mengusung bakal calon (balon) yang memiliki tingkat keterpilihan lebih baik dari balon lainnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah menegaskan bila partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono tentu akan melihat survei para kandidat sebelum menentukan pilihan untuk diusung.
“Saya kira ukurannnya ada di survei. Pak SBY selalu menyampaikan hal tersebut kepada setiap pegurus maupun kader,” ujar Ni’matullah, Jumat (13/1).
Di Pilwali Makassar 2013 lalu, partai berlambang bintang mercy ini berkoalisi dengan Partai Bulan Bintang (PBB) mengusung paket Danny-Syamsu Rizal alias Deng Ical. Saat ini Demokrat memiliki sejumlah kader yang berpeluang untuk diusung. Diantaranya Aliyah Mustika, Syamsu Rizal dan Adi Rasyid Ali.
Adapun Golkar juga mengisyaratkan akan mengusung balon yang surveinya paling teratas. Meski Danny bukan pengurus Golkar, namun partai yang dipimpin Farouk M Betta di Makassar ini disebut tetap memasukkan nama arsitektur ini sebagai salah satu yang akan diusung.
“Golkar tentu akan melihat survei sejumlah nama yang akan maju di pilwali nanti. Meski demikian, Golkar tentu punya kader sendiri, apakah nantinya calon walikota atau calon wakil walikota. Bahkan tidak mustahil Golkar mengusung kadernya untuk posisi 01 dan 02,” ujar Fungsionaris Golkar Sulsel, Muhamamd Risman Pasigai, kemarin.
Nama kader Golkar yang disebut akan maju diantaranya Farouk M Betta, Rusdin Abdullah dan Kadir Halid.
Suwadi Idris Amir dari Indeks Politika Indonesia (IPI), menyebut Partai Golkar lebih mengunggulkan empat nama. Yakni Danny dari eksternal. Sementara dari kalangan internal, ada Farouk M Betta, Rusdin Abdullah serta Kadir Halid.
“Nama Haris Yasin Limpo tidak masuk, dengan pertimbangan ada irisan di Pilgub Sulsel yang pelaksanaannya bersamaan dengan Pilwali Makassar. Ketika Ichsan Yasin Limpo dipastikan ikut bertarung melawan Nurdin Halid (NH), tentu nama Haris YL tidak bisa diajukan,” ujar Suwadi, kemarin.
Yang menarik dari Golkar bila tetap mengusung Danny, tambahnya, tentu NH sebagai ketua Golkar Sulsel akan menyiapkan kadernya sebagai wakil. ”Siapa yang dipasang, sangat tergantung elit Golkar yang sering melakukan ‘kawin paksa’. Itu bisa saja terjadi di pilwali nantinya,” jelas Suwadi.
Untuk menjaga kepentingan keluarga YL, maka Haris akan solid mengurus Pilgub karena kepentingan yang lebih besar. “Haris tentu lebih berpikir untuk menjaga kepentingan saudaranya,” ucapnya
Untuk Demokrat, Suwadi menilai, bila nama Danny juga tetap menjadi perhatian partai besutan SBY ini. “Meski demikian, bisa saja Demokrat mengevaluasi Danny untuk kembali diusung,” ujar Suwadi, yang menyebut Husain Abdullah bisa menjadi calon baru di pilwali nanti.
Sebelumnya, Ketua DPC PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika serta Ketua DPC PBB Makassar M, Anas menyampaikan dukungannya ke Danny untuk maju di pilwali nanti.
Dosen politik dari UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad, memperkirakan bila Golkar maupun Demokrat masih menjadikan Danny sebagai unggulan. “Golkar bakal mengusung Danny, Aru-Haris. Adapun Partai Demokrat akan mengusung Deng Ical dan Danny dari ekseternal,” terang Firdaus. (rif/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top