Dirikan Koran Kampus Identitas, Terbitkan 52 Judul Buku – Berita Kota Makassar
Headline

Dirikan Koran Kampus Identitas, Terbitkan 52 Judul Buku

TIDAK banyak orang yang mampu menulis buku secara intens. Bahkan hingga 52 judul. Tapi itu bisa dilakukan Prof Dr Anwar Arifin.

Laporan: Ardhita Anggraeni

SEJAK duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Anwar Arifin memang sudah suka menulis. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk membuat tulisan.
Tidak heran jika selama kurang lebih 50 tahun berkiprah, mengabdi dan berkarya sebagai aktivis, wartawan, akademisi, penulis, kolumnis, cendekiawan, ilmuwan, pemimpin politisi, dan negarawan, telah banyak yang ditulisnya.
“Buku saya yang ke 51 dan 52 menceritakan tentang demokratis tanpa akhir. Juga teoritesis pers. Semuanya sesuai dengan pengalaman dan pengamatan saya di lapangan,” ungkap Anwar.
Jika biasanya rutinitas seseorang di pagi hari adalah menikmati secangkir teh ataupun segelas kopi, tidak demikian dengan Anwar Arifin. Ketika terbangun dari tidur, yang ada dikerjakannya adalah menulis dan memikirkan lagi apa topik buku yang akan ditulis selanjutnya.
”Jadi, kalau pagi-pagi sudah di depan laptop menulis. Rencana tahun ini saya akan menulis dua buku, yang ke 53 dan 54,” tuturnya.
Buku yang diterbitkannya merupakan rangkuman beberapa mimbarnya di sejumlah media yang digabungkan dalam beberapa buku yang terbit di Makassar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Depok. Termasuk ratusan tulisan Kolom Indonesiaku di Harian Fajar Makassar dan Kolom Keindonesiaan di Harian Tribun Timur Makassar.
Juga artikel yang ditulis pada Harian Kompas, Surya, Suara Pembaharuan, Surabaya Post, Berita Buana, Media Indonesia, Jawa Pos, Pelita, Pedoman Rakyat, Tegas dan Fajar.
Anwar Arifin dikenal sebagai pemikir dan pakar pers Pancasila. Ia kemudian mendapat amanah sebagai anggota Dewan Pers Republik Indonesia mewakili masyarakat ilmiah. Karyanya tentang Komunikasi Politik dan Pers Pancasila tahun 1992, ternyata merupakan salah satu koleksi Perpustakaan Kongres di Washington Amerika Serikat. Dipamerkan menyambut kunjungan kerja anggota DPR RI yang dipimpinnya pada tahun 2007.
“Bukan hanya di Amerika. Beberapa perpustakaan seperti Australia, Belanda dan negara lain mengambil ttulisan saya yang dimaksukkan di library mereka. Itu merupakan kesyukuran saya, karena tidak ada yang sia-sia di dunia ini,”jelasnya.
Anwar Arifin menganut prinsip, dengan dia rajin menulis, maka semua kerja keras dan usahanya di dunia ini bisa dikenang oleh generasi penerus.
”Saya pernah mendengar, hanya dua yang akan dikenang di dunia ini ketika kita sudah mati. Yaitu karya tulisan dan kebaikan,” imbuhnya.
Bakat dan minatnya menjadi penulis mulai tumbuh dan berkembang di saat membaca karya-karya Buya Hamka, seorang ulama yang juga aktif menulis. Saat itu ia masih duduk di bangku SD. Kemudian berlanjut sampai SMP, SMA dan mahasiswa di tahun 1958-1960.
Anwar Arifin adalah pendiri sekaligus menerbitkan surat kabar kampus Identitas di Unhas. Dari situ kemampuanya menulis di bidang jurnalistik terasah. Selanjutnya ia kembangkan menjadi karya ilmiah dalam bentuk puluhan, hingga terkumpul banyak sampai saat ini. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top