Tokoh Pemuda: Copot Dua Anggota Dewas – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Tokoh Pemuda: Copot Dua Anggota Dewas

PAREPARE, BKM — Tokoh pemuda yang mantan Ketua KNPI Parepare, Ali menyayangkan sikap oknum dewas yang tak bisa menghargai Wali Kota Parepare selaku owner. Mestinya persoalan internal dikomunikasikan antara pihak manajemen RSU Andi Makkasau dengan Dewasnya.

Ali menambahkan jika melihat gaji para anggota Dewas yang mencapai Rp 6 juta dari pos keuangan RSU Andi Makkasau mestinya, Dewas melakukan pengawasan internal bukan malah jadi sumber masalah dan membuat keributan.
“Saya minta kedua oknum dewas ini dicopot karena sudah meresahkan manajemen RSU Andi Makkasau dan berdampak pada pelayanan. Untuk Plt Direktur bisa dievaluasi,” katanya.
Tiga anggota Dewas RSU Andi Makkasau Parepare menyesalkan adanya kekisruan antara dua anggotanya dengan Plt Direktur RSU Andi Makkasau, dr Muh Yamin.
Anggota Dewas RSU Andi Makkasau, Muh Hatta Buroncong menilai kekisruhan dua oknum anggota Dewas dengan Plt RSU Andi Makkasau mestinya tidak perlu terjadi. Sebab masalah ini bisa dibahas secara internal dan bukannya melaporkan dapurnya sendiri keluar hingga berbuntut pada ranah hukum.
Meskipun laporan ke dua oknum anggotanya tidak membawa nama dewas tapi pibadi masing-masing.
“Jadi laporan ke dua oknum anggota dewas itu ke polisi bukan mengatasnamakan dewas tapi mengatasnamakan individu. Karena keputusan dewas harus lengkap,”jelas mantan Sekkot Parepare ini.
Setiap masalah internal RSU Andi Makkasau harus menjadi putusan bersama, itupun jalur komunikasinya ke Wali Kota selaku owner bukan ke LSM atau kepolisi. “Yang gaji kita manajemen RSU Andi Makkasau dan yang mengangkat kita ini adalah Wali kota kenapa kita mesti ribut,”jelasnya.
Jika pun Dewas dibubarkan itu tidak mungkin terjadi, karena itu amanah undang-undang tapi jika anggotanya diberhentikan oleh owner itu bisa terjadi dan semua tergantung pemiliknya.
“Kita ini bisa diganti kapan saja kalau pak wali menghendaki, karena tugas kita ini adalah perpanjanagn tangan Wali Kota. Semua hasil dan putusan harus dilaporkan ke owner bukan dilembaga lain, karena kita ini digaji oleh manajemen RSU Andi Makkasau atas persetujuan owner, berarti dapur kita ada di RSU Andi Makkasau,”sesalnya.
Rencana wali kota akan memanggil dewas dan Plt Direktur untuk menbahas masalah ini secara internal.”Kita tunggu saja hasilnya dari pak Wali Kota. Apakah kedua oknum itu diganti atau tidak, jika memang menjadi sumber masalah dan tidak ada solusi maka wali kota memberhentikan dan mengangkat dewas yang baru, termasuk Plt Direktur juga,”kuncinya.
Hatta menambahkan tugas Dewas adalah mengawasi bukan eksekutor jadi setiap anggota harus bekerja secara profesional. Kalaupun ada masalah dilakukan rapat internal Dewas dan hasilnya direkomendasikan ke Wali Kota.
“Jangankan anggota dewas direkturpun juga bisa diberhentikan kalau owner menginginkan itu demi menjaga harmonisasi di RSU,” tambahnya.
(smr/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top