Pemilik Tugu G Terungkap – Berita Kota Makassar
Metro

Pemilik Tugu G Terungkap

MAKASSAR, BKM — Pemilik tugu G yang berdiri diatas taman di bawah jembatan fly over akhirnya terungkap. Ternyata yang membangun tugu adalah salah satu penerbit buku yang memiliki Program Corporate Social Reponsibility (C?SR).
Mantan Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan Kota Makassar, Herfidha Attas membenarkan jika penerbit buku tersebut yang membangun tugu G diatas lahan milik negara.
“Sewaktu saya menjabat Kepala Bidang Pertamanan, PT Gramedia bermohon untuk kelola taman tersebut. Mereka bahkan membangun tugu G dan tugu buku alasannya supaya punya branding,” ujar Herfidha, kepada BKM, Kamis (12/1).
Herfidha juga menyatakan, kalau taman di Kota Makassar mau bagus dan tidak menggunakan anggaran APBD, maka pemerintah bisa bekerjasama dengan CSR. Seperti taman di Jalan Urip Somoharjo-AP Petta Rani itu.
“Taman di bawah fly over sebelumnya tidak bagus dan tidak berbentuk. Maka pihak pertamanan bersyukur kalau ada pihak CSR yang mengelola. “Kita bersyukur ada pihak CRS yang mengelola taman tersebut menjadi cantik termasuk menjadi taman tematik. Namun saat ini, taman bukan lagi tanggung jawab pertamanan kini diserahkan kepada pemerintah kecamatan untuk mengelola taman. Jadi silakan pihak kecamatan kalau tidak suka dengan keberadaan taman tugu G konfirmasi sama pengelola,” jelasnya.
Terpisah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Edwar Supriawan menegaskan, pihaknya sama sekali tidak akan melakukan pembongkaran selama belum ada surat pembongkaran yang diterima dari SKPD terkait.
Pembangunan tugu lanjut Edward, sebelumnya pasti telah diketahui SKPD seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Dinas Penataan Ruang Kota Makassar ataupun Dinas Lingkungan Hidup Makassar, sehingga jika dinilai keberadaan tugu di ujung Jalan AP Pettarani menyalahi aturan ataupun merusak taman, SKPD dapat segera menyurat ke Satpol PP Makassar untuk segera ditindak lanjuti.
“Desakan anggota dewan yang meminta untuk membongkar tugu, kita tidak bisa terima begitu saja. Kalau SKPD terkait sudah menyurat ke kami, hari itu juga pasti kita turun lakukan pembongkaran. Menurut saya, SKPD yang membidangi itu tentu tahu siapa pemilik tugu itu,” kata Edwar kepada BKM, kemarin.
Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dan menunggu perintah dari SKPD terkait pembongkaran tugu berhuruf G dengan menerjunkan beberapa personil.
Terpisah, Camat Panakkukang, Tahir Rasyid menegaskan, pihaknya sama sekali belum pernah menerima penyampaian rencana pembangunan tugu di atas taman yang berada di ujung Jalan AP Pettarani, di bawah flyover.
Dia menilai, keberadaan tugu berhuruf G di Kecamatan Panakkukang hanya merusak taman yang saat ini dipelihara pihaknya.
“Keberadaan tugu telah merusak taman disitu, dulu banyak bunga-bunga kita tanam, tapi sudah hilang dan rusak,” jelasnya.
Sejauh ini kata Tahir, dirinya masih mencari tahu siapa pemilik dari tugu huruf G yang berdiri dan dinilai telah merusak taman kota.
“Kita masih cari tahu pemilik tugu tersebut. Kita siap berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk melakukan pembongkaran jika keberadaanya hanya merusak keindahan taman,” sebutnya.
Sehari sebelumnya, Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Rahman Djamil mempertanyakan keberadaan tugu berhuruf G yang dibangun di bawah flyover.
Menurut Rahman, kalau pembangunan tugu untuk keindahan kota tidak ada masalah. Namun kehadirannya tidak boleh mengabaikan aturan atau mengganggu arus lalu lintas.
Dia menilai, tugu G itu sudah mengambil ruang jalan dan dinilai bisa mengganggu arus kendaraan yang melintas di AP Pettarani yang berstatus jalan nasional.
Selain itu, lanjutnya, pihak yang membangun juga tidak pernah memberi tahu atau meminta izin terlebih dahulu akan membangun patung di area itu.
“Itu sudah menyalahi aturan. Semestinya minta izin dulu. Paling tidak, membangun sesuatu, apalagi di area publik seperti itu, harus mempertimbangkan apakah kehadirannya mengganggu atau tidak, ” jelasnya.(arf-jun)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top