Headline

Mahasiswa Bantaeng Pukul Polisi, Makassar Terkendali

MAKASSAR, BKM — Aksi demonstrasi yang dilakukan anggota Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bantaeng yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat, Kamis (12/1), berakhir ricuh.
Komunitas pendemo yang berjumlah 13 orang ini menggelar aksi di jalan nasional depan gedung DPRD Bantaeng. Akibatnya, arus lalulintas dari dan menuju Makassar terganggu karena mereka menutup badan jalan.
Personel Polres Bantaeng yang mengawal aksi tersebut, mencoba membujuk pendemo agar bergeser dari badan jalan. Tapi mereka menolak. Bahkan menghajar salah seorang personel polres.
Aldi Rimba yang sedang menyampaikan tuntutannya menghantam Bripka Sudirman dengan menggunakan megafon. Akibatnya, darah segar mengucur di pelipis kanan polisi tersebut.
Kapolres AKBP Adip Rojikan didampingi Wakapolres Kompol Suprianto yang berada di TKP langsung memerintahkan untuk membubarkan aksi Aldi dan kawan-kawan. Selanjutnya, Aldi selaku korlap bersama dua rekannya, masing-masing Irham (Ketua PC PMII Bantaeng) dan Anca, diamankan polisi.
Salah seorang pendemo lainnya, Idris mengambil alih komando aksi dan bersedia berdialog di ruang paripurna dewan. Idris meminta maaf kepada kapolres dan jajarannya atas insiden tersebut.
Kapolres Bantaeng menegaskan, pihaknya tetap memproses kasus penganiayaan yang menimpa anak buahnya. “Proses hukum tetap berjalan,” tandasnya.
Ketua DPRD Bantaeng, H Sahabuddin yang menerima aspirasi pendemo ini, menyatakan prihatin dan sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut.
Sahabuddin meminta kepada semua elemen masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya agar menempuh cara-cara yang baik.
Wakapolres Bantaeng mengatakan, Bripka Sudirman sudah divisum di RSUD Prof Anwar Makkatutu. Namun dia mengaku tidak mengetahui secara pasti luka yang diderita korban. “Anggota kami yang jadi korban sudah divisum,” katanya.
Demonstran yang mengatasnamakan Front Perjuangan Rakyat ini, menyampaikan tuntutan antara lain, menolak kenaikan harga BBM, tarif listrik, pembayaran STNK dan BPKB.
Aksi serupa berlangsung di Makassar. Ribuan mahasiswa menggelar demo di jembatan flyover Jalan Urip Sumoharjo.
Dalam tuntutannya, mereka menolak pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 tentang PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) yang memicu terjadinya kenaikan tarif penerbitan STNK dan BPKB. Termasuk kenaikan tarif dasar listrik (TDL), serta BBM. Kebijakan tersebut tidak pro rakyat dan membebani.
“Sebelum melakukan aksi, lebih dulu kami melakukan pengkajian isu. Banyak sekali ketimpangan yang terjadi. Seharusnya, Polri dan Jasa Raharja melakukan sosialisasi terkait sumbangan wajib lalulintas. Kami menolak PP No 60,” tegas Adhe Sirha, jenderal lapangan aksi 121, kemarin.
Aksi bela rakyas 121 ini memicu terjadinya kemacetan parah di Jalan Urip Sumoharjo dan AP Petta Rani. Aparat kepolisian berusaha mengalihkan jalur para pengguna jalan yang terjebak macet.
Sebanyak 26 kelompok mahasiswa dan ormas tergabung dalam aksi ini. Selain di flyover, mereka juga mendatangi gedung DPRD Sulsel serta kantor PLN di Jalan Hertasning.
Sekelompok ibu-ibu juga terlibat dalam aksi ini. Mereka adalah pedagang dan penjual di Pantai Losari. Tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).
“Kami membawa massa sekitar 70 orang. Mereka ibu-ibu pedagang kakilima di Anjungan Pantai Losari. Mereka menolak kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif listrik dan harga BBM,” kata Jendral Lapangan, Mahfud Ibrahim.
Sempat terjadi aksi dorong antara massa dengan polisi. Hal ini dipicu oleh keinginan massa untuk membakar ban. Namun itu tidak berlangsung lama. Aparat kepolisian yang dilengkapi mobil water canon berhasil mengantisipasi aksi anarkis.
Tak berselang lama, terjadi bentrokan antara massa dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) dengan anggota polisi di bawah jembatan flyover. Lagi-lagi situasi ini bisa diatasi. Pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 17.00 Wita.
Wakapolda Sulsel, Brigjen Edy Gatot Pramono menyampaikan terima kasihnya, karena aksi 121 berjalan dengan damai. “Kami salut karena tidak ada tindakan anarkis dalam aksi ini,” ujarnya. (wam-ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top