Kearifan Lokal Jadi Modal Utama Aslam Bangun Pinrang – Berita Kota Makassar
Headline

Kearifan Lokal Jadi Modal Utama Aslam Bangun Pinrang

IST HA Aslam Patonangi

PROSES pembangunan di Kabupaten Pinrang dalam kurun 7 tahun terakhir terus menggeliat. Hasilnya, kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat telah dirasakan. Semua itu tidak terlepas dari kerja apik Sang Nahkoda, Bupati HA Aslam Patonangi.

Laporan: H Purmady

ADA empat item yang diperkuat dalam memajukan ekonomi masyarakat Bumi Lasinrang. Yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Keamanan dan ketertiban. Serta pemerintahan yang bersih.
Semuanya diramu dalam masa kepemimpinan dari periode pertama hingga kedua. Tidak lepas pula dari penguatan kearifan lokal yang masih fokus utama dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Sebagai seorang bupati, Aslam punya impian yang akan diwujudkannya di tahun 2017 ini. ”Saya yakin, perekonomian masyarakat kita akan lebih meningkat dan sejahtera jika kita padukan pengembangan pembangunan dimulai dari dasar kearifan lokal,” ujarnya.
Kearifan lokal yang menjadi tren utama kerja tahun 2017 ini, dijadikan atensi prioritas programnya. Sebab sumber daya alam yang dimiliki Pinrang sangat memadai, namun tidak tersentuh dan terkelolah secara baik dan profesional.
Selain itu, upaya pemberdayaan masyarakat masih belum maksimal. Sementara pembangunan infrastruktur di semua kecamatan sudah merata.
“Paling tidak, ada dua alasan yang menyebabkan kearifan lokal turut menjadi elemen penentu keberhasilan pembangunan sumber daya masyarakat dan sumber daya alam sekitar. Pertama, karena keprihatinan terhadap peningkatan intentitas kerusakan sumber daya alam. Khususnya akibat berbagai faktor perilaku manusia. Kedua, tekanan ekonomi yang makin mengglobal dan dominan mempengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga secara perlahan ataupun cepat menggeser kearifan lokal menjadi kearifan ekonomi,” urai Aslam saat berbincang santai dengan BKM, Rabu (11/1).
Kedua faktor itu, lanjut Aslam, mendorong masyarakat melakukan hal yang bersifat destruktif. Terutama saat mengelola usaha produktif yang mengandalkan potensi sumber daya alam.
“Kearifan lokal merupakan modal utama masyarakat dalam membangun dirinya tanpa merusak tatanan sosial yang adaptif dengan lingkungan alam sekitarnya. Kearifan lokal dibangun dari nilai-nilai sosial yang dijunjung dalam struktur sosial masyarakat sendiri dan memiliki fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan rambu-rambu untuk berperilaku dalam berbagai dimensi kehidupan. Baik saat berhubungan dengan sesama maupun dengan alam,” ujarnya.
Diakui, saat ini eksistensi kearifan lokal dirasakan semakin memudar pada berbagai kelompok masyarakat. Hal inilah yang akan dirangsang kembali untuk menumbuhkan peningkatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi SDM dan SDA.
Aslam mencontohkan, dalam bidang pertanian, dahulu banyak daerah yang memiliki tempat penyimpanan padi sebagai cadangan untuk di masa paceklik. Namun saat ini, hal itu sudah jarang dijumpai.
Menyikapi fenomena tersebut, maka diperlukan analisis mengenai pemanfaatan kearifan lokal sebagai sebuah alat untuk meningkatkan ekonomi. Sehingga, akan ditemukan alat baru untuk pengembangan ekonomi mayarakat dan pelestarian budaya lokal di pedesaan.
Selain itu, sektor pariwisata juga mesti dikelola dengan baik. Sebab, Pinrang banyak memiliki potensi pariwisata yang banyak diminati masyarakat, baik lokal maupun wisatawan luar.
“Kita punya eksotis pantai Lowita, Ammani dan Wakka yang tak kalah menariknya dengan pantai-pantai yang ada di daerah lain. Potensi-potensi alam yang menantang kita untuk mengelolahnya dengan baik. Dengan jalan seperti apa? Ya tentu, infrastruktur jalan kita tingkatkan. Kemudian berdayakan masyarakat untuk menciptakan kreatifitas home industri atau kerajinan tangan dan olah makanan rumahan,”lontarnya.
Atas kinerja Aslam selama ini bersama Wakil Bupati, H Darwis Bastama, Pinrang kini berada pada urusan keenam dalam pencapaian IPM. Angka hidup masyarakat Pinrang pada umumnya ditargetkan 2015 lalu 68,10 tahun. Bahkan pemerintah mampu mencapai lebih dari itu yakni 68,43 tahun.
Angka ini, meningkat dari tahun 2014 sebelumnya yakni hanya 68,03 tahun. Tahun ini, pemerintah Kabupaten Pinrang berkomitmen akan lebih ditingkatkan lagi hingga 70,50 tahun.
Kesimpulan untuk IPM Kabupaten Pinrang, dari target 2015 sebesar 69.00 persen menjadi 69,24 persen. Dibanding capaian tahun sebelumnya, terjadi peningkatan dari angka 68,92 persen dengan capaian 69,25 persen.
Untuk sesi wilayah Ajatappareng sendiri, Pinrang menempatkan diri salah satu daerah teratas dalam bidang pertumbuhan ekonomi tertinggi. Capaian rata-rata setiap tahunnya 8,24 persen dan melampaui target sebelumnya, yakni 8,15 persen.
Untuk indikastor PRDB (Produk Domestik Regional Bruto), Kabupaten Pinrang juga tak kalah meningkat. Target 2015-2016 sebesar Rp11,1 triliun dengan pencapain sangat memuaskan yakni Rp13, 142 triliun. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top