Jadi Aktivis Terinspirasi JK – Berita Kota Makassar
Headline

Jadi Aktivis Terinspirasi JK

IST Prof Anwar Arifin

BAGI masyarakat Sulawesi Selatan, nama Prof Anwar Arifin tidak asing lagi. Ia seorang akademisi. Juga pernah tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Laporan: Ardhita Anggraeni

1 FEBRUARI 1991 tak akan pernah dilupakan oleh Anwar Arifin. Kala itu, ia menjadi profesor ilmu komunikasi politik yang pertama dan termuda. Usianya saat itu baru menginjak 43 tahun.
Anwar tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Sosial Politik (Sospol) Universitas Hasanuddin (Unhas) pada tahun 1965. Kemudian mengabdi sebagai akademisi di almamaternya pada rentang 1971-2000. Sembari melakukan mengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, ekonomi dan politik.
Anwar Arifin juga bergelut di dunia jurnalistik. Ada hal yang berkesan dan sulit dilupakannya. Ketika itu ia mengikuti kunjungan Wakil Presiden RI, Muh Hatta ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan.
Selain sebagai jurnalis, putra dari pasangan Arifin Daeng Manrafi dan Andi Patellongi Petta Tjaja juga aktif sebagai aktivis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).
“Saya paling suka menulis. Sejak dulu menjadi penulis. Begitu bangun langsung nulis,” tuturnya.
Menjadi seorang aktivis, Anwar Arifin terinspirasi oleh Jusuf Kalla. JK disebutkan jago orasi.
”Pernah suatu hari saat dia (JK) orasi di kampus Unhas Baraya. Saya sempat berkata dalam hati; hebat juga senior ini kalau orasi. Padahal, badannya kecil beda. Beda tipis dengan saya,” ujarnya diiringi tawa kecil saat menggelar acara API (Asosiasi Profesor Indonesia) di Gedung Phinisi UNM, baru-baru ini.
Keberadaan Jusuf Kalla (JK) yang menjadi tokoh menonjol di HMI dan KAMI kala itu, membuat Anwar Arifin tertarik untuk bergabung. Melalui organisasi inilah Anwar akhirnya bisa dekat dengan JK dan para tokoh mahasiswa kala itu. Seperti Aksa Mahmud dan Alwi Hamu serta beberapa lainnya.
“Karena saat itu saya memiliki kemampuan menulis dan membangun komunikasi dengan banyak orang. Sayapun akhirnya bisa tampil sebagai pemimpin di organisasi. Saya juga pernah dipilih sebagai ketua Dewan Mahasiswa Unhas,” ujarnya.
“Gara-gara kesibukan menjadi wartawan, aktif di HMI, KAMI dan dewan mahasiswa itulah yang menyebabkan saya termasuk terlambat selesai kuliah. Padahal teman seangkatan saya sudah banyak yang selesai duluan,” kenangnya.
Dalam perjalanan karirnya, Anwar Arifin pernah menduduki posisi seebagai anggota Dewan Pers RI. Anggota DPR/MPR-RI, wakil ketua komisi VI DPR RI Bidang Pendidikan, dan Pariwisata, Pemuda serta Perpustakaan. Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR, serta Direktur Pusat Pengkajian dan Pendidikan Indonesiaku.
Saat ini, Anwar aktif selaku profesor tetap di Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta. Profesor Luar Biasa (LB) pada Universitas Sahid Jakarta, Universitas Mercu Buana Jakarta, Universitas Veteran RI Makassar dan Sekolah Tinggi Inter Studi Jakarta.
Ia adalah doktor dalam bidang ilmu sosial dan ilmu politik, program studi ilmu komunikasi politik pada Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Memperoleh gelar Bachelor of Arts Publisistik pada tahun 1969, dan menyelesaikan program pascasarjana Indonesian Development Studies UI-ISS Den Haag pada tahun 1977.
Anwar kini menjadi ketua Dewan Pembina API, serta anggota Dewan Pertimbangan dan Dewan Pakar DPP Partai Golkar.
”Terus terang, saya bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi hingga menjadi guru besar, menghasilkan banyak buku, hingga duduk sebagai anggota di DPR/MPR RI dan beberapa jabatan lainnya tak lepas dari pengaruh dan pengalaman saya menjadi wartawan,” ujarnya.
Ayah tiga anak ini berpesan, rugilah mahasiswa yang hanya kuliah tanpa pernah aktif berorganisasi, baik di lembaga internal maupun eksternal kampus karena dengan berorganisasi. Sebab banyak keuntungan yang bisa dipetik. Diantaranya kemampuan bekerja tim dan menjalin networking.
Awar juga membeberkan asal muasal nama Andi Pate yang mulai kerap digunakan pada akhir namanya, Prof Dr Anwar Arifin AndiPate. “Andi Pate itu dari nama ibu saya. Soalnya, kalau dicari di Google nama Anwar Arifin sudah sangat banyak. Tapi kalau diketik kata kunci Anwar Arifin Andi Pate, pasti hanya satu, yaitu saya,” tandasnya. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top