Berita Kota Makassar | Angkat Perekonomian dan Pembangunan Infrastruktur
Sulselbar

Angkat Perekonomian dan Pembangunan Infrastruktur

BKM/ALALUDDIN DEBAT CALON -- Suasana debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Sulbar yang dilaksanakan di Polman.

POLEWALI, BKM — Debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Sulbar berlangsung semarak. Ratusan massa pendukung dari para calon memadati ruang debat maupun di luar gedung Gabungan Dinas (Gadis). Aparat kepolisian dari Polda Sulbar maupun Polres Polewali Mandar (Polman) melakukan pengamanan ekstra ketat.
Debat yang berlangsung di gedung Gadis Polman, Rabu (11/1), menghadirkan tiga calon gubernur, masing-masing Suhardi Duka (SDK), Salim S Mengga (Salim), dan Ali Baal Masdar (ABM).
Uniknya, ketiga calon gubernur mengangkat isu bersifat ekonomi. Misalnya SDK, lebih menonjolkan pembangunan ekonomi berbasis infrastruktur, Salim tentang ekonomi agrobisnis, dan ABM menyorot pertumbuhan ekonomi berbasis kewilayahan.
Selain dihadiri Paslon dan para pendukungnya, debat publik ini juga dihadiri Plt Gubernur Sulbar diwakili Kepala Kesbangpol, Rahmat Sanusi, gubernur Sulbar periode 2006-2016, Anwar Adnan Saleh, tokoh masyarakat Polman H Hasan Sulur, Said Saggaf, dan Wagub Sulbar 2011-2016, Ir Aladin S Mengga.
Hadir pula sederet pakar sebagai perumus pertanyaan untuk para calon gubernur Sulbar, antara lain Dr Khaerul Anam, akademisi Universitas Taddulako Palu, Dr Gufran, akademisi UNM Makassar, budayawan Suradi Jasil, tokoh pemberdayaan adat Sulbar, Mulyadi Parayitno, dan Dr Asad, akademisi Unsulbar.
Dalam debat calon gubernur Sulbar itu, paslon urut satu SDK-Kalma Katta yang didaulat pertama menyampaikan visi misinya. Mereka menegasakan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang berbasis peningkatan infrastruktur. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan ekonominya bila didukung ketersediaan infrastruktur memadai.
”Kami menginginkan sentra-sentra ekonomi masyarakat tumbuh yang didukung peningkatan infrastruktur agar mereka lancar untuk memasarkan hasil usahanya bila didukung infrastruktur yang baik,” ujar SDK.
Selanjutnya Paslon nomor urut dua, Salim-Hasanuddin Mas’ud. Mereka menekankan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan agrobisnis dan agro industri. ”Tipikal masyarakat Sulbar adalah masyarakat agraris. Untuk pengembangan ekonomi, harus ditempuh melalui pengembangan agribisnis yang didukung agro industri,” papar pensiunan TNI berpangkat Mayjend tersebut.
Sedangkan Paslon nomor urut tiga, ABM-Enny Anggraeny Anwar, lebih mengedepankan peningkatan ekonomi melalui pengembangan komoditas kewilayahan. Misalnya kata bupati Polman dua periode tersebut, Kabupaten Mamuju dengan komoditas sawit dan kakao, Majene dengan perikanannya, Polman dengan padi dan kakao, Mamuju Tengah (Mateng) dengan potensi jagung dan Mamasa dengan potensi kopi serta Mamuju Utara (Matra) dengan potensi sawit.
”Semua daerah memiliki potensi unggulan masing-masing. Untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sulbar, harus dikembangkan berdasarkan potensi andalan masing-masing daerah,” terang kakak kandung Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar ini. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top