Sulselbar

ACC Minta Polisi Usut Tambang Ilegal

LUTIM, BKM — Meski aktifitas tambang galian C di Kabupaten Luwu Timur sudah ditutup secara resmi oleh Pemprov Sulsel bersama Pemkab Luwu beberapa waktu yang lalu bukan berarti masalah selesai.
Penggiat anti korupsi dar Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mendesak Polda Sulsel segera mengusut kasus dugaan ilegal ini.
Anggota Badan Pekerja ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wokanobun kepada BKM Kamis (12/1) mengatakan, perbuatan yang dilakukan penambang bertentangan dengan Undang–Undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.
Pada pasal 158, kata Kadir, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin sebagaimana dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Selain itu, pelaku juga dapat dikenakan pidana tambahan.
“Pidana tambahan yang dimaksud berupa, perampasan barang yang digunakan dalam melakukan tindak pidana, perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana dan kewajiban membayar biaya yang timbul akibat tindak pidana,” ungkapnya.
ACC berharap Polda Sulsel mengusut kasus tambang galian C Ilegal tersebut karena dinilai pengelola telah mendapatkan keuntungan dari negara secara diam – diam tanpa mengantongi izin.
“Sebaiknya bukan hanya menutup saja setelah itu terhenti. Kasus ini sangat jelas Pidananya dan merugikan negara karena pengelolanya telah mendapat keuntungan tanpa melalui izin,” ungkap Kadir. (alp/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top