Ketua RT/RW Terpilih Disiapkan HP Android – Berita Kota Makassar
Headline

Ketua RT/RW Terpilih Disiapkan HP Android

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar telah mempersiapkan anggaran cukup besar untuk memberi insentif bagi para ketua RT dan RW yang terpilih pada pemilihan serentak, 26 Februari mendatang.
Insentif yang disiapkan berupa uang sebesar Rp1 juta per bulan. Untuk mendapatkannya, harus memenuhi sembilan indikator tingkat kerja.
Selain itu, juga akan diberikan satu unit handphone android. Alat komunikasi ini nantinya digunakan untuk membuat laporan langsung ke lurah dan Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM). Laporan tersebut sebagai bahan evaluasi serta penilaian kinerja masing-masing ketua RT dan RW.
Kepala BPM Makassar, Iskandar Lewa menjelaskan, insentif ketua RT dan RW yang terpilih tidak mutlak sebesar Rp1 juta per bulan. Sebab setiap bulan, ketua RT dan RW mendapat penilaian dari hasil kerjanya dalam menjalankan sembilan indikator penilaian.
Yaitu pembentukan Lorong Garden (Longgar). Menjalankan program Makassar Tidak Rantasa (MTR). Penataan pedagang kakilima (PK5). Penataan drainase. Membentuk bank sampah. Melaksanakan rertibusi sampah serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sombere, smart card hingga administrasi RT dan RW. Termasuk control sosial activity.
“Insentif untuk para ketua RT dan RW nantinya bervariasi. Tidak semuanya mendapat Rp1 juta per bulan. Jadi kalau mau mendapat insentif tinggi, mereka (ketua RT dan RW) harus memenuhi sembilan indikator. Kalau HP, semuanya dapat. Itu untuk melaporkan aktifitasnya setiap hari ke lurah dan BPM,” jelas Iskandar Lewa, kemarin.
Di Makassar terdapat 4.971 RT dan 998 RW. Untuk itu, pemkot menyediakan sebanyak 5.969 unit HP android untuk ketua RT dan RW. Untuk anggaran insentif ketua RT dan RW, Iskandar Lewa belum mengetahui secara pasti angkanya.
“Ketua RT dan RW diharap dapat setiap saat melaporkan aktifitas bersama warganya. Dari situ kami dapat mengetahui apakah kinerja ketua RT dan RW meningkat atau sama sekali tidak berjalan,” terangnya.
Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto mengaku telah menyediakan anggaran yang cukup untuk para ketua RT dan RW. Pemberian insentif bagi mereka diharapkan dapat benar-benar membantu menyukseskan program pemerintah kota dalam mewujudkan Makassar dua kali tambah baik.
“Kita sediakan anggarannya. Tapi saya belum tahu teknisnya berapa besarannya,” ujarnya.
Ketua RW I Kelurahan Wala-walayya, Muh Natsir menyebutkan,
pada hakikatnya intensif untuk para RT dan RW tidaklah cukup. Apalagi dengan pekerjaan yang cukup padat.
Namun dia bersyukur dengan adanya perhatian pemkot. Apalagi posisi dan jabatan sebagai ketua RW bukanlah untuk mencari penghidupan. Melainkan sebagai pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau soal intensif untuk ketua RW yang diterima selama ini, sebenarnya tidak cukup. Kita tidak bisa mengandalkan itu. Tapi haru diingat bahwa jabatan ini bukan untuk mencari penghidupan. Tapi pengabdian,” kata M Natsir, kemarin.
Selama menjabat sebagai ketua RW, Natsir yang pernah menjadi ketua RT ini mencari uang dengan mengelola TPA (Taman Pengajian Alquran). Santrinya sudah mencapai 100 orang. Rezeki yang diperolehnya dari kegiatan ini dapat membantu kehidupan keluarganya.
Selain itu, ia juga mencari program pemerintah yang berbasis fasilitator, pendampingan atau penyuluhan. Itu pula yang menambah pundi-pundi ekonomi keluarganya.
Ketua RT 07 RW 07 Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Dg Nai mengaku menerima insentif sebesar Rp500 ribu. Ia menduduki jabatan ini sejak 2007 silam.
“Jangan dilihat insentifnya. Apakah itu Rp250 ribu atau Rp500 ribu. Terpenting kita bisa melakukan kegiatan,” ujarnya. (arf-jun-man/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top