Dua Polisi Gagal Pasok Sabu dari Makassar ke Sorong – Berita Kota Makassar
Headline

Dua Polisi Gagal Pasok Sabu dari Makassar ke Sorong

MAROS, BKM — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu dinihari (11/1) pukul 02.00 Wita. Aktivitas untuk persiapan penerbangan tampak ramai.
Para petugas lapangan telah menempati posisinya masing-masing. Terlihat dua orang berjalan beriringan dengan membawa tas. Sejumlah calon penumpang lainnya juga bergegas menuju pesawat.
Ketika hendak melewati pintu gerbang menuju tangga, mereka menjalani pemeriksaan. Aviation Security (Avsec) melaksanakan tugasnya. Memeriksa semua calon penumpang dengan menggunakan metal detector dan X-ray.
Termasuk dua orang lelaki yang sedari awal selalu bersama. Ketika keduanya lewat, alat deteksi tersebut berbunyi. Security bandara kemudian melakukan penggeledahan secara manual. Ditemukanlah dua saset sabu-sabu seberat 37 gram di saku celana salah satunya.
Mereka adalah Andri (27), karyawan swasta. Warga Jalan AP Petta Rani 7 nomor 50 Kota Makassar. Sementara satunya lagi bernama Muh Akbar (34). Dia merupakan seorang anggota polri. Bertugas di Polsek Beraur, warga Sorong Papua Barat.
Keduanya langsung diamankan petugas Avsec. Selanjutnya menghubungi Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Maros. Tak lama kemudian, tim yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Maros, AKP Hendra Suryanto tiba di lokasi. Selanjutnya, membawa keduanya ke Mapolres Maros guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang menginterogasinya, keduanya mengaku barang haram tersebut diperoleh dari rekannya bernama Abdul Rahmat. Dia juga merupakan anggota polri.
Mendengar pengakuan itu, tim Satnarkoba langsung melakukan pengembangan. Dua orang anggota jaringan ini berhasil dibekuk. Masing-masing Hj Suhartini (38) dan Abdul Rahmat (31).
Abdul Rahmat adalah seorang anggota kepolisian. Warga Aspol Aimas Polres Sorong, Papua Barat. Ia disebutkan sebagai pemilik sabu. Ditangkap saat berada di hotel.
Sementara Hj Suhartini merupakan seorang ibu rumah tangga, warga Jalan AP Petta Rani 7 nomor 50. Ia ikut diamankan karena mengetahui aktivitas ilegal terkait peredaran narkoba yang melibatkan dua orang polisi tersebut. Namun tidak melaporkannya.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan pengungkapan jaringan peredaran narkoba jenis sabu yang melibatkan dua oknum polisi.
”Saya sudah terima informasinya. Keempatnya diamankan dan diproses Polres Maros. Dua dari mereka merupakan oknum anggota polri yang bertugas di Papua Barat,” ujar Dicky, kemarin.
Kasat Narkoba Polres Maros, AKP Hendra Suryanto mengakui kalau pihaknya telah mengamankan empat orang terkait penyalahgunaan narkoba.
”Ada empat orang yang diamankan. Dua oknum polisi yang bertugas di Papua Barat. Ikut disita barang bukti berupa dua saset plastik besar berisi sabu-sabu seberat 37 gram. Ada juga lima unit handphone,” terang AKP Hendra, kemarin.
Ia menjelaskan kronologis penungkapan kasus ini. Bermula ketika pihaknya menerima informasi dari petugas Avsec Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Disebutkan, ada dua orang yang diamankan karena membawa sabu-sabu. Mereka adalah Andri dan Akbar.
”Setelah dilakukan pemeriksaan, siang harinya pukul 14.00 Wita kita kembangkan kasusnya. Seorang oknum polisi bernama Abdul Rahmat ditangkap di Hotel Grand City Inn di Jalan AP Petta Rani,” bebernya.
Dari hotel, pengembangan dilanjutkan dengan mendatangi kediaman Hj Suhartini. Perempuan inipun berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan.
Hingga kemarin, keempat pelaku masih dalam proses pemeriksaan. Polisi menggali informasi untuk mengetahui asal muasal barang haram tersebut.
”Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Polda Papua Barat terkait dua oknum polisi yang diamankan,” kata AKP Hendra.
Dalam kasus ini, disebutkan Hendra, Andri bertindak sebagai kurir. Ia berencana membawa sabu tersebut dari Makassar ke Sorong bersama Akbar. Sementara Abd Rahmat berstatus sebagai pemilik barang. Namun, upaya memasok sabu itu berhasil digagalkan. (ish-ari/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top