Sulselbar

MUI Minta Maaf Sebut Al Kalam Sesat

DATANGI KAJARI -- Komunitas Al Kalam dari perwakilan Sulsel dan Barat mendatangi kantor Kejari Sidrap untuk mengklarifikasi hal-hal yang menuding Al Kalam sebagai dugaan aliran sesat dan meresahkan masyarakat melalui Pakem, Selasa (10/1)

SIDRAP, BKM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidrap meminta maaf kepada Al Kalam atas pernyataan sebelumnya menyebutkan ada empat dugaan aliran sesat yang perlu diwaspadai termasuk Al Kalam, Selasa, (10/01).
Ketua MUI Sidrap, H Fatahuddin meminta maaf atas ucapannya yang menuding Al Kalam sebagai aliran sesat. Dirinya hanya mendengarkan dari seseorang hingga mejampaikan di masjid dan media.
“Atas nama MUI dan pribadi saya minta maaf yang sebesar-besarnya terhadap Al Kalam,” ujar Fatahuddin usai bertemu pengurus Al Kalam di Kejari Sidrap, Selasa, kemarin.
Fatahunddin berjanji akan membuat surat pernyataan permohonan maaf dan menyampaikan ke MUI Provinsi dan Pusat atas kekeliruan tersebut. “Saya akan buat surat pernyataan permohonan maaf yang ditembuskan ke provinsi dan pusat,” ucapnya.
Beliau menambahkan, bahwa tidak ada maksud MUI untuk mengatakan suatu aliran atau paham itu sesat tanpa ada melakukan pengecekan dan melakukan pendalam terlebih dahulu. “Al kalam dan tokoh-tokoh agama sudah clear tidak ada apa-apa atau tidak sesat,” tambahnya.
Sebelumnya, komunitas Al Kalam dari perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Barat mendatangi kantor Kejari Sidrap untuk mengklarifikasi hal-hal yang menuding Al Kalam sebagai dugaan aliran sesat dan meresahkan masyarakat melalui tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (Pakem), Selasa pagi, kemarin.
Kedatangan komunitas tersebut disambut oleh Kepala Kejari Sidrap, Jasmin Simanulang, Kasi Intel Kejari, Andi Irfan, Kasat Intel Polres Sidrap, AKP Muh Ali, pihak Kemenag, dan Ketua MUI Sidrap, Fatahuddin.
Salah satu anggota Al Kalam, Ustads Imran (45) meminta pertanggung jawaban terhadap ketua MUI Sidrap yang telah menyampaikan fatwanya dalam ceramah di masjid dan di media online serta cetak.
Sementara, yang menurut dituakan di Al Kalam yakni bapak Abdul Kadir Alam mengatakan ada tiga poin yang membuat Al Kalam merasa terpukul yakni Al Kalam diduga aliran sesat, sholat bisa diganti dengan uang, dan Al Kalam dianggap meresahkan masyarakat.
Kepala Kejari Sidrap, Jasmin Simanulang yang juga ketua Pakem Sidrap meminta pihak MUI tidak sembarang mengeluarkan ucapan yang menuding atau dugaan. Selain itu, Kejari juga menganjurkan MUI agar meminta maaf terkait pernyataannya sehingga permasalahan tersebut tidak meruncing.
“Terutama apabila mendapat informasi yang belum valid jangan disampaikan melalui dakwah dan media agar menghindari hal-hal seperti ini kedepannya,” tandasnya.
Sementara itu, MUI Sidrap juga diminta agar sebelum mengeluarkan statmen terkait aliran yang diduga sesat terlebih dahulu harus mendalami atau menganalisa aliran tersebut untuk mengetahui dampak bagi ketertiban dan ketentraman umum.
Dan apabila terbukti ada penyimpangan barulah mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tangung jawab yang dimiliki oleh MUI, sehingga tidak menimbulkan konflik atau masalah kedepannya.
Ditempat yang sama, ratusan Laskar Rasullah dari paham Al kalam (Abdul Kadir Alam), juga mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Sidrap, kedatangan mereka sebagai buntut dari pernyataan ketua MUI Kabupaten Sidrap, Fathuddin Sukkara dimedia massa yang menduga Al Kalam sebagai organisasi yang menyimpang.
Para pengunjuk rasa itu menuntut ketua MUI Sidrap untuk meminta ma’af dan mencabut pernyataan itu.
“Ini tidak benar, ini fitnah, kami bukan organisasi bahkan kami tidak memiliki pengurus, kami hanya orang-orang yang berdiskusi tentang agama dan dasar kami jelas Al-Quran dan Al-hadis,” ujar koordinator laskar, Andi Dadi.
Terkait dugaan shalat bisa diganti dengan membayar lanjut Andi Dadi itu jelas tidak ada dalam Al-Quran dan hadist jadi tidak mungkin Al Kalam melakukan itu.
“Kami justru menentang Syi’ah, bahkan di Sulsel kami yang pertama bergerak untuk menolak keberadaan Syi’ah di Sulsel,” tandasnya. (ady/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top