Mantan Dosen yang Antar Lima Anaknya Jadi Sukses – Berita Kota Makassar
Headline

Mantan Dosen yang Antar Lima Anaknya Jadi Sukses

APAPUN yang dikerjakan, selama itu halal dan tidak merugikan orang lain, lakukan saja. Gengsi dan semacamnya janganlah menjadi alasan. Itu menjadi pegangan H Hayat Cammadong.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SUDUT sempit koridor di gedung Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM). Di bawah sebuah tangga, terdapat etalase yang terbuat dari kaca. Di dalamnya terpajang aneka jenis buku.
Seorang pria paruh baya bersongkok haji tampak mengatur rak-rak buku tersebut. Dialah H Hayat Cammadong.
Pak Haji -sapaan akrabnya- menjual berbagai buku literatur perkuliahan dari materi setingkat strata 1 (S1) sampai S3. Siapa sangka, kalau penjual buku ini mampu mendidik lima orang anaknya hingga menjadi orang sukses seperti sekarang.
Telah enam tahun lamanya Pak Haji berjualan buku di kampus orange. Di saat usianya yang tak lagi muda, ia seharusnya tinggal menikmati masa tuanya.
Bukan faktor ekonomi yang membuat Pak Haji terus berjualan buku. Lebih karena alasan mengisi waktu. Apalagi, lima orang anaknya sudah sukses berkarir di bidangnya masing-masing.
Pak Haji beralamat di Perumahan Dosen Jalan Raya Pendidikan. Ia adalah mantan staf pengajar di jurusan Biologi UNM.
Tak mau menyia-nyiakan waktu, memasuki masa purnabakti, Pak Haji masih ingin tetap beraktifitas. Berjualan buku menjadi alternatif yang tepat.
Kelima anaknya sekarang telah hidup mandiri. Anak pertamanya menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Kota Makassar. Yang kedua menduduki posisi sebagai camat Rappocini. Anak ketiga tengah melanjutkan kuliah S3 di Jepang. Anak keempat bekerja di sebuah bank. Yang terakhir, karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar.
Mengantar anaknya menjadi orang sukses, bukan ahl mudah bagi Pak Haji. Pernah menjadi dosen, bukanlah jaminan terpenuhinya kebutuhan ekonomi yang memadai untuk terus menyekolahkan kelima anaknya. Terlebih, jarak umur anak-anaknya tidak berbeda jauh.
Saat menikah, usia Pak Haji 29 tahun. Sedangkan istrinya 17 tahun. Sang istri bahkan masih bersekolah di salah satu SMA.
Anak kelima pasangan suami istri ini lahir ketika ibunya berusia 26 tahun. Jadi usai anak-anak Pak Haji hanya terpaut 1-2 tahun.
Pak Haji yang kini telah memiliki 12 cucu, tak segan menceritakan kisah dan perjalanan hidupnya hingga berhasil mendidik anak-anaknya. Menurut Pak Haji, sejak kecil anak-anaknya memang selalu ditempatkan di sekolah unggulan. Hal itu karena ia ingin anak-anaknya mendapat pendidikan yang terbaik.
Selain itu, Pak Haji juga selalu memenuhi kebutuhan anaknya jika berkaitan dengan pendidikan. Seperti membelikan buku-buku yang digunakan untuk belajar. Hingga memasukkan mereka ke bimbingan belajar.
Namun ada satu hal yang menjadi ‘pantangannya.’ Selama anaknya menempuh pendidikan, Pak Haji mengaku tidak pernah memberikan mereka kendaraan pribadi.
“Saya tidak pernah membelikannya motor. Saya takut kalau mereka nantinya hanya keluyuran,” kata Pak Haji. Hasilnya, kelima anaknya selalu menduduki peringkat di sekolahnya.
Di awal-awal menyekolahkan anak-anaknya, Pak Haji belum menjadi dosen. Masih berstatus sebagai guru di salah satu sekolah negeri di Sengkang, Kabupaten Wajo.
Karena harus tetap menyekolahkan kelima anaknya, Pak Haji kemudian bekerja sebagai tenaga honorer di beberapa sekolah. Seperti di SMA Bonerate, SMA Nasional, SMA Kartika, dan SMA Islam Athirah. Tentu saja semuanya tidak dalam waktu yang bersamaan.
Dalam perjalanan karirnya, berhasil menyelesaikan pendidikan S1, Pak Haji kemudian dipercaya oleh UNM untuk menjadi dosen. Masih harus mendapatkan penghasilan tambahan guna membiayai pendidikan anak-anaknya, Pak Haji lagi-lagi bekerja sebagai honorer di beberapa universitas.
Seperti di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Veteran Indonesia (UVRI), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin.
Bagi Pak Haji, pendidikan merupakan hal utama. Apapun pekerjaan yang dilakoni, bila untuk pendidikan anak, orang tua dituntut bekerja keras.
“Semua fasilitas pendidikan yang diberikan kepada anak, memang seharusnya yang terbaik,” tandas Pak Haji. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top