Lanjutan Kasus Perampokan dam Pembunuhan di Mallawa – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Lanjutan Kasus Perampokan dam Pembunuhan di Mallawa

MAROS, BKM — Upaya petugas Polres Maros untuk mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Arifin (67), pada Senin, 26 Desember 2016 di rumahnya di Desa Batuputih, Kecamatan Mallawa, membuahkan hasil.
Enam orang yang diduga terlibat telah ditangkap satu per satu petugas gabungan Polda Sulsel dan Polres Maros. Dua otak pelaku yang berhasil kabur ke Kabupaten Bulukumba paska kejadian pembunuha, masing-masing Hendra alias Takdir dan Andi Muh Amin alias Komen (19) berhasil ditangkap petugas Polsek Mallawa.
Penangkapan dipimpin langsung Kapolsek Mallawa, AKP Asgar di perkebunan karet di Dusun Boloperenge, Desa Sibona, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Senin (9/1) sekitar pukul O4.OO wita
Kapolsek Mallawa, AKP Asgar yang dihubungi wartawan, membenarkan Senin kemarin mengatakan, dua otak pelaku perampokan dan pembunuhan yang kabur ke Bulukumba berhasil ditangkap saat bersembunyi di rumah warga di lokasi perkebunan karet.
”Keduanya kami tangkap secara bersamaan saat masih asyik tidur di gubuk perkebunan karet di Bulukumba. Jadi semua pelaku perampokan yang terlibat sudah kami amankan,” jelas Asgar.
Ditambahkan, kedua otak pelaku perampokan dan pembunuhan sudah lebih dua minggu berada di Bulukumba. Selama dipersembunyiannya, mereka telah kehabisan uang hasil rampokannya. Untuk bertahan hidup, keduanya bekerja sebagai buruh bangunan di perkebunan warga di Bulukumba.
”Keduanya menjadi kuli bagunan karena sudah kehabisan uang di kampung orang,” jelas Kapolsek.
Dikatan, aksi perampokan dengan cara sadis yang dilakukan para tersangka memang sudah direncanakan sebelum beraksi. Dua dari enam pelaku perampokan adalah otaknya. ”Namun baru kami tangkap setelah dikejar di berbagai daerah. Para pelaku ada kelompok penjahat kelas kakap yang selalu berpindah tempat melakukan kejahatan perampokan secara sadis,” sebut Asgar.
Modus operandi para pelaku saat beraksi telah melengkapi diri dengan senjata berupa parang dan badik . Untuk menjaga diri agar korban tidak mengenalnya, maka para tersangka memakai penutup muka (topeng) masuk di dalam rumah melalui pintu depan dan samping rumah dengan cara mendobrak.
”Enam pelaku masuk secara bersamaan ada yang depan dan ada pula yang lewat samping,” jelas Kapolsek.
Dijelaskan Kapolsek, saat pelaku masuk mereka membagi tugas ada yang masuk ke kamar korban Arifin dan ada pula yang masuk ke kamar istrinya Hj Rahmatia (6O) yang tidur bersama cucunya Riska (14). Sementara dikamar lainya juga ada orang tua korban Ambo Terru (9O) dalam kondisi sakit.
Pelaku yang masuk ke kamar Arifin secara membabi buta menikam korban hingga mengakibatkan luka robek dibagian leher belakang (tengkuk), luka robek dibagian dada sebelah kanan, luka robek dibagian atas pusar, luka robek dibagian dada sebelah kiri, luka robek di perut bagian kanan, telunjuk sebelah kanan terpotong, luka robek dibagian telapak tangan sebelah kiri, luka robek dibagian paha sebelah kiri, luka robek dibagian lutut sebelah kiri, luka robek dibagian lutut sbelah kanan termpurung lutut pecah (retak), luka lecet di pantat sebelah kiri.
”Dua pelaku yang masuk ke kamar korban Arifin tidak memberikan kesempatan korban melakukan perlawanan karena langsung menyerang hingga korban terkapar dan langsung tewas,” kata Kapolsek.
Sementara pelaku lainya yang masuk ke kamar isteri korban hanya menyekap lalu mengancam agar isteri korban tidak berteriak. Mereka meminta agar seluruh emasnya diserahkan ke pelaku.
Karena emas hanya 15 gram milik isteri korban, maka isteri korban menyerahkan emasnya. Usia mengambil emas, para pelaku masih mencari barang berharga lainya dengan cara membongkar lemari korban dan berhasil membawa uang tunai puluhan juta rupiah milik korban.
”Jadi emas 15 gram dan uang tunai puluhan juta berhasil dibawa pelaku,” ujar Kapolsek.
Lanjut Kapolsek mengatakan, saat pelaku sudah kabur isteri korban yang masih ketakutan bersama cucunya mencoba mengintip keluar dengan maksud memperjelas kalau empat perampok yang menyatroni rumahnya itu sudah pergi.
Setelah melihat sudah aman, isteri korban lalu berteriak minta tolong sambil berjalan ke kamar suaminya. Di kamar itulah, ia melihat suaminya sudah tidak bernyawa dengan kondisi duduk berimbah darah.
”Isteri korban baru berteriak minta tolong setelah pelaku sudah kabur dari rumahnya,” sebut Kapolsek.
Malam dini hari itu, para tetangganya datang untuk memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas Polsek Mallawa. Saat itu kami langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sementara korban yang tewas telah dievakuasi ke Puskesmas Mallawa untuk dilakukan visum. ”Korban langsung kami evakuasi ke Puslkesmas untuk divisum sambil mencari jejak para pelaku,” ujar Kapolsek.
Untuk sementara, kata dia, para pelaku sudah diamankan di Mapolres Maros untuk kepentingan penyelidikan. (ari/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top