GMTD Indahkan Panggilan Danny – Berita Kota Makassar
Metro

GMTD Indahkan Panggilan Danny

BKM/JUNI SEWANG segel--Petugas DTRB Makassar telah menyegel bangunan milik GMTD di Jalan Manunggal, kelurahan Maccini Sombala, kecamatan Tamalate, kemarin. Penyegelan tersebut diakui Kadis DTRB, Ahmad Kafrawi, tanpa batas waktu.

MAKASSAR, BKM — PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) ternyata mengindahkan panggilan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto ke Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (10/1).

Padahal, wali kota memanggil GMTD untuk membicarakan permasalahan banjir dan bangunan yang tak berizin.
Danny sapaan akrab wali kota memanggil pihak GMTD, sehari setelah ia melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Maccini Sombala dan menemukan adanya tanggul yang menghambat air ke kanal.
“Saya sudah telpon dan surati untuk menghadap, tapi belum datang. Saya hanya meminta klarifikasi atas permasalahan terkait proyek pembangunan perumahan yang diduga tidak mengantongi izin dan telah menutup penyaluran air di sekitar perumahan warga di Maccini Sombala,” tegas Danny, kemarin.
Bahkan Danny menegaskan, akan kembali memanggil melalui persuratan, dan akan terus melakukan pemanggilan ke pimpinan PT GMTD untuk melakukan krarifikasi. ” Saya akan surati lagi. Kita juga telah membongkar tanggul dan menyegel pembangunan milik GMTD karena tidak memiliki izin,” kata Danny.
Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengaku telah melakukan penyegelan dan pembongkaran beberapa bangunan yang dibangun PT GMTD tanpa izin. Penyegelan yang dilakukan Dinas Penataan Ruang sesuai dengan istruksi dari Wali Kota Makassar. “Kita sudah bongkar dan segel agar tidak ada aktifitas pembangunan. Kalau masih membangun berarti dia melawan pemerintah kota,” katanya.
Dia menambahkan, penyegelan dilakukan tanpa batas waktu atau pembangunan dapat dilakukan kembali jika GMTD telah mengantongi izin yang dikeluarkan pemerintah kota.
“Kalau tetap ada aktifitas disana, kita akan berikan sanksi yaitu tidak mengeluarkan izin selamanya. Kami harap pihak GMTD menyelesaikan masalahnya itu,” sebutnya.
Lebih jauh, kata Achmad Kafrawi, pihak GMTD tergolong nekad melakukan pembangunan tanpa mengantongi IMB. Padahal mereka baru mengajukan izin. Untuk izin prinsip sudah ada, namun izin amdal, izin lingkungan dan izin izin lain belum dilengkapi.
Terpisah, Kepala Kelurahan Maccini Sombala, Andi Eldi Indra Malka mengatakan, pembangunan perumahan milik GMTD telah menutupi saluran drainase yang mengarah ke Kanal Jongaya sehingga terjadi genangan. “GMTD telah menutup drainase warga. Pada dasarnya sebelum membangun harus memiliki izin. Masalah banjir, alhamdulillah sudah ditangani pemkot, dibuatkan parit atau akses jalan keluar dan saat ini berangsur surut. Untuk tanggul yang dibuat GMTD bersebelahan dengan tanggul yang dibuat pihak provinsi akhirnya dibobol,” ungkap Andi Eldi.
Hal senada diungkapkan, ketua RT 11 Rw 6,? kelurahan Maccini Sombala, Kasim Dg Lau. Ia menyayangkan terjadinya banjir. Sebab tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada genangan apalagi banjir.
“Tahun tahun sebelumnya tidak ada ji banjir, baru kali ini. Kami telah mendirikan posko, sebab masih ada warga yang tidak bisa melakukan aktifitas dalam rumah,” ungkap Dg Lau.
Menyikapi ketidakhadiran pihak GMTD, Public Relation GMTD, Hasrul menjelaskan, ketidakhadiran GMTD karena sampai sekarang (kemarin-red) belum terima surat panggilan. Meski demikian, teman-teman GMTD sudah berinisiatif untuk membantu dan memonitoring air bisa terus mengalir dan lancar, pungkasnya.
Sekadar diketahui, akibat dari banjir, sebanyak 53 rumah, 67 kepala keluarga, 280 jiwa tak dapat beraktifitas di rumah mereka.(arf-jun-rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top