Adnan Fokus Perpendek Jarak Tempuh ke Malino – Berita Kota Makassar
Headline

Adnan Fokus Perpendek Jarak Tempuh ke Malino

KABUPATEN Gowa belumlah seutuhnya menjadi daerah tujuan wisata. Meski begitu, tingkat kunjungan wisatawanya terus menggeliat. Karena itu, pemerintah dan masyarakat terus berupaya mensejajarkan diri dengan destinasi wisata lain yang terlebih dahulu dikenal.

Laporan: Saribulan

GOWA merupakan daerah kabupaten paling dekat dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Potensi alam dan obyek wisata yang dimiliki daerah eks kerajaan maritim terbesar di kawasan timur Indonesia ini cukup banyak. Tak kalah dengan kabupaten dan kota lainnya di Sulsel.
Gowa memiliki daerah dataran rendah sekaligus dataran tinggi. Juga mempunyai perairan laut, meski tidak terlalu luas. Demikian pula potensi tambang dan sektor pertanian.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa tetap menentukan arah kebijakan pembangunan dengan berdasar pada Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD). Terdapat lima unggulan kebijakan di dalamnya. Yakni pendidikan, kesehatan, keagamaan, infrastruktur serta pertanian dan UMKM.
Kelima program unggulan ini menjadi induk program prioritas secara menyeluruh. Antara lain pengembangan destinasi wisata yang ditunjang kualitas SDM pemerintah, stakeholder maupun masyarakat secara umum.
Diharapkan, program dalam rangka memaksimalkan potensi Gowa bisa terus dikembangkan secara signifikan. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pondasinya.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pun menaruh optimisme besar dari lima progam unggulan RPJMD tersebut. ”Program prioritas saya di tahun 2017 ini tetap mengacu pada RPJMD. Di dalamnya ada lima program unggulan,” kata Adnan, Senin (10/1).
Menurut bupati termuda di Indonesia timur ini, apa yang menjadi harapan besarnya tidak lain bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena keinginannya Gowa lebih baik lagi, Adnan pun mengoptimalkan sektor pertanian. Sebab, pertanian membuat Gowa menjadi salah satu daerah pendukung guna tercapainya swasembada pangan di Sulsel.
Selain itu, Adnan juga mengokohkan usaha kecil masyarakat dengan mengedepankan UMKM. Usaha kecil diakomodir dengan pemberian bantuan modal melalui CSR (Corporate Social Responsibility) perbankan.
Pada program infrastruktur yang digodoknya saat ini, termasuk di dalamnya upaya pengembangan sektor kepariwisataan. Seperti perluasan jalan, mulai dari wilayah Kecamatan Bontomarannu, Parangloe hingga tembus Kecamatan Tinggimoncong (Malino). Potensi pariwisata Malino memang menjadi salah satu fokus perhatian Adnan.
Selama ini, untuk bisa mencapai kota wisata Malino dari kota Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, dibutuhkan waktu 1-2 jam. Harapan terbesar Adnan, waktu tempuh dari Sungguminasa ke Malino nantinya hanya 40 menit. Karena itu, usaha memperpendek jarak tempuh terus dilakukan.
Pembangunan infrastruktur ini dilakukan secara maksimal, agar sektor riil dapat bergerak. Dengan begitu, investasi dan daya saing pun kian meningkat.
Untuk mewujudkan hal itu, menurut Adnan, Pemkab Gowa mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar 20 persen dari APBD. Pembangunan jalan menjadi prioritas.
”Seluruh capaian dan rencana pembangunan ke depan yang selalu saya kemukakan merupakan tantangan sekaligus peluang untuk menjadikan Gowa lebih maju dan sejahtera. Karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat di daerah ini untuk tetap menjaga kebersamaan dan sinergitas dalam melanjutkan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Adnan.
Pada sektor pendidikan, putra mantan bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo itu tetap menjadikan pendidikan gratis sebagai unggulan. Ada juga satpol pendidikan.
Sejak beberapa tahun lalu, sistem pembelajaran kelas tuntas berkelanjutan telah diterapkan. Sistem ini tidak mengenal siswa tinggal kelas. Program tersebut mampu mengantarkan Kabupaten Gowa menjadi pilot project perencanaan pembaharuan kurikulum nasional.
Dalam penyempurnaan inovasi bidang pendidikan, Gowa juga akan melakukan penyempurnaan calistung (membaca, menulis dan berhitung). Termasuk fasilitas pendidikan perguruan tinggi Syekh Yusuf, apabila moratoritum perguruan tinggi telah dicabut. Hal ini sesuai perencanaan tahun 2020. SKTB telah berlaku di seluruh Kabupaten Gowa. Termasuk program imtaq di dalamnya.
Untuk sektor kesehatan, sebut Adnan, sejak penerapan program kesehatan gratis, maka akses layanan kesehatan juga semakin baik. Jumlah kunjungan masyarakat ke Puskesmas dan rumah sakit meningkat. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Akibatnya, kebutuhan terhadap sarana dan prasarana kesehatan yang memadai juga semakin bertambah.
Untuk itu, kata Adnan, fasilitas kesehatan terus dibenahi. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dilakukan sesuai standar pelayanan minimal (sertifikat ISO). Peningkatan puskesmas non perawatan (non rawat inap). Menjadikan puskesmas sebagai tempat rawat inap.
Saat ini sudah ada empat puskesmas rawat inap. 14 puskesmas yang belum rawat inap. Tiga puskesmas direncanakan jadi rawat inap, yakni Puskesmas Biringbulu, Manuju dan Bontolempangang.
Ditegaskan Adnan, seluruh puskesmas wajib menerima warga ber KTP dan KK Gowa yang datang berobat, dengan porsi layanan 1×24 jam.
Untuk yankestis (layanan kesehatan gratis) menyeluruh ini, Adnan menempuh kebijakan yang tergolong berani. Ia melepaskan kepesertaan BPJS kesehatan 119 ribu warga Gowa. Alasannya, karena lebih menyulitkan warga. Sebab memiliki batasan-batasan sosial dan perikemanusiaan kepada rakyat kecil, yang seyogyanya mendapat porsi bantuan terbaik. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top