Headline

TKA Ilegal Marak, Sembilan Imigran Terjaring

MAKASSAR, BKM — Persoalan tenaga kerja asing (TKA) akhir-akhir ini menjadi sorotan serius. Sebab, banyak diantaranya yang masuk ke Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan tanpa izin alias ilegal.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bereaksi atas masalah ini. Diapun berjanji, dalam waktu satu dua hari ini akan memanggil semua instansi terkait untuk membicarakannya.
“Saya akan panggil semua pihak yang berkompeten,” ujarnya, Senin (9/1).
Pihak berkompeten yang dimaksud adalah imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM di Sulsel, Dinas Tenaga Kerja, Kesbangpol, dengan melibatkan Panglima Kodam dan Kapolda.
“Tenaga kerja asing harus dalam kontrol yang kuat. Sebelum isu ini berkembang, kita sudah menyadari,” jelasnya.
Kepada para investor yang menanamkan modalnya di daerah ini, diingatkan agar menaati peraturan yang berlaku. Tidak boleh mengabaikan tenaga kerja lokal.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang juga meminta pihak terkait memperketat masuknya TKA. Jangan sampai ada diantara mereka masuk menggunakan visa kunjungan namun digunakan untuk bekerja.
Dari Pinrang dilaporkan, serbuan TKA asal Tiongkok, Cina terus berlangsung. Jika sebelumnya hanya berjumlah 28 orang, kini mencapai 65 orang. Angka itu mengacu pada data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Pinrang, Sitti Fatimah menegaskan, sebagian besar dari TKA Cina tersebut menyalahi izin tinggal.
“Saat ini, sesuai data kami jumlahnya 65 orang. Namun, dalam waktu dekat pihak perusahaan akan memulangkan tenaga kerja asing itu sebanyak 30 orang,” ujar Fatimah.
Mengenai alasan pemulangan, Fatimah mengungkapkan, 30 TKA itu telah habis atau selesai masa kontraknya dengan pihak perusahaan. “Kontraknya sudah habis, jadi pihak perusahaan yang akan memulangkan mereka,” jelasnya.
Terkait persoalan izin, Fatimah mengakui, dari 65 tersebut hanya 12 yang sudah mengantongi surat Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada perusahaan yang mempekerjakannya.
Ditanya mengenai legalitas para TKA yang telah bekerja cukup lama di Pinrang, dan bahkan sudah ada 30 orang yang habis kontrak tapi tidak memiliki IMTA, Fatimah mengaku jika memang hal itu telah melanggar aturan.
“Kalau sesuai aturan, harusnya mengantongi IMTA dulu baru bisa bekerja sehingga memiliki legalitas sebagai TKA,” terang Fatimah.
Untuk sanksi pelanggaran aturan itu, Fatimah tidak bisa menjawab detail. Dia hanya menjelaskan jika pihaknya selalu berkoordinasi masalah ini dengan Polres Pinrang dan Imigrasi Parepare.
“Yang bisa mendeportasi kan pihak Imigrasi, bukan kami,” tandasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (8/1) pukul 20.00 Wita, pihak imigrasi yang dibackup petugas Polsek Tamalate dan Satuan Intelkam Polrestabes Makassar menggelar razia terhadap imigran ilegal yang masuk ke wilayah Makassar. Razia dipimpin langsung Kepala Imigrasi Makassar, Gindo Ginting.
Lokasi yang didatangi adalah Perumahan Puri Mas Permai Jalan Andi Paturungi RW 9RT 1 Blok D nomor VI, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Disini didapati sembilan orang yang diduga imigran gelap. Salah seorang imigran yang terjaring razia, saat diinterogasi mengaku sudah sepekan berada di Makassar. Mereka berasal dari Nepal.
”Razia ini digelar sebagai bentuk pengawasan terhadap masuknya imigran ilegal. Sembilan orang yang terjaring akan diserahkan ke imigrasi pusat untuk kemudian mereka dideportasi,” kata Gindo.
Sembilan imigran yang diamankan, masing-masing Bishwa Ram Khadka (27), Ravu Pun (27), Jaganath Pandey (27), Sanjav RT (27), Anish Lama (20), Rjendra Limbu (29), Kilash Tamang (29), Binshna Bahedur Pun (31) dan Prakash Lama (35).
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pihaknya terlibat langsung melakukan razia setelah menerima informasi dari warga. Disebutkan, ada aktivitas imigran yang diduga ilegal.
”Kami awalnya menerima informasi warga soal keberadaan imigran ilegal di Makassar. Kami bentuk tim gabungan dengan melibatkan pihak imigrasi. Ternyata benar, ada imigran ilegal,” jelas Dicky. (rhm-ish-ady/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top