Penyelesaian Kawasan Wisata Religi Prioritas Nicodemus – Berita Kota Makassar
Headline

Penyelesaian Kawasan Wisata Religi Prioritas Nicodemus

BKM/AGUS BURHAN Nicodemus Biringkanae

TANA TORAJA masih menjadi destinasi wisata andalan di Sulawesi Selatan. Karenanya, mengembangkan kawasan yang menjadi tujuan para wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara mutlak dilakukan.

Laporan: Agus Burhan

BUPATI Tator, Nicodemus Biringkanae punya tekad besar untuk mewujudkan perubahan di Bumi Lepongan Bulan Tana Matari Allo. Salah satu yang masuk dalam skala prioritas adalah sektor pariwisata.
Tahun 2017 ini, Nico –sapaan akrab Nicodemus– menitikberatkan perhatiannya pada penyelesaian pembangunan obyek wisata religi patung Kristus di Buntu Burake. Hal ini cukup beralasan. Sebab sepanjang bulan Desember 2016 lalu, bahkan hingga Januari 2017, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini begitu fantastis. Mencapai angka 15 ribuan per hari.
Mengamini antusias wisman dan wisnus ke Buntu Burake yang terus melonjak, Nicodemus tidak tinggal diam. Fasilitas pendukung pun dibenahi.
Infrastruktur jalan selebar 12 meter sepanjang 1,250 km saat ini tengah dalam tahap penyelesaian. Anggarannya diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.
”Juga ada trotoar bagi pejalan kaki. Jembatan ke pelataran. Lampu kawasan. Penyelesaian landasan patung. Jalan Vialodorosa, MCK dan air bersih. Juga kantor pengelola,” terang Nico.
Mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Provinsi Sulsel ini menyebut, untuk penyelesaian semua fasilitas di kawasan Buntu Burake, estimasi anggarannya kurang lebih Rp5 miliar. Sumber dananya dari APBD.
”Kita berharap proses pembangunannya berjalan sesuai harapan. Mudah-mudahan peresmian dan lauchingnya bisa dilakukan Desember tahun ini,” kata Nico.
Selain kawasan Buntu Burake, obyek wisata lain yang pembangunannya tetap dilanjutkan adalah Pango-pango. Kedua kawasan ini dibangun satu paket.
Upaya untuk terus menggenjot pengembangan obyek wisata Toraja dilakukan, setelah daerah ini masuk dalam kawasan strategi nasional (KSN). Pelestarian budaya menjadi sesuatu yang sangat vital untuk dilakukan. Karena merupakan peninggalan leluhur yang berlangsung secara turun temurun.
Hal penting lainnya yang dilakukan, adalah mendorong terciptanya peluang investasi dan usaha pengelolaan produksi yang berdaya saing. Hal ini tidak terlepas dari inovasi dan kreatifitas pengembangan jasa kepariwisataan, melalui pendekatan destinasi yang didukung infrastruktur memadai.
”Kita harus bisa menciptakan pariwisata Tana Toraja berbasis sosial budaya. Panorama alam kita sangat indah. Tapi jangan lupa, kita punya potensi lain. Yaitu komoditi kopi. Ini juga terus kita pacu produktivitasnya,” jelas Nico.
Tidak salah jika Pemkab Tator juga menaruh perhatian pada pengembangan kawasan wisata kopi Bolokan di Kecamatan Bittuang.
Obyek wisata lain yang dibenahi adalah air terjun Sarambu Tipali di Kecamatan Mengkendek. Kawasan wisata air panas Balla di Kecamatan Makale. Kawasan wisata Lemo di Kecamatan Makale Utara.
Kawasan wisata Suaya dan kuburan raja Sangalla di Kecamatan Sangalla. Kawasan wisata Ollon Island di Kecamatan Bonggakaradeng. Wisata jelajah kota Makale. Kawasan wisata Potok Tengan Kandora di Kecamatan Mengkendek.
Kawasan wisata Buntu Kalando di Kecamatan Sangalla. Kawasan wisata perkampungan adat Sillanan. Kawasan Desa Wisata Bebo` dan Tumbang Datu di Kecamatan Sangalla. Kawasan wisata Landan Tondok Iring. Kawasan wisata kuburan Tampang Allo. Kawasan wisata permandian alam Tilanga, serta kawasan wisata air terjun Talondo Tallu Pakkara. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top