Menatap Kecamatan Baru Sanggkarrang – Berita Kota Makassar
Metro

Menatap Kecamatan Baru Sanggkarrang

KOTA Makassar memiliki satu kecamatan baru bernama Kecamatan Sanggkarrang. Kelurahan Barrang Lompo sebagai lokasi ibukota kecamatan, karena luasnya mencapai 55,38 Ha dibanding dengan Kelurahan lain.

Laporan: ARIF QADRY-RAHMAN

Dilihat dari potensinya, Kecamatan Sanggkarrang merupakan daerah penghasil ikan dan salah satu daerah yang menyumbangkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Paotere. Sebagai masyarakat mayoritas nelayan, tentunya daerah ini mampu berbicara banyak sebagai kawasan yang menjanjikan.
Kecamatan Sangkarrang yang memiliki tiga kelurahan di kepulauan di Makassar memiliki kantor sementara. Rumah dua lantai ukuran 6×12 milik penduduk yang berada di Pulau Barrang Lompo menjadi kantor sementara. Itupun di kontrak. Tiga kelurahan yang dibawahinya yakni Kelurahan Barrang Lompo, Barrang Caddi dan Kelurahan Kodingareng.
Keputusan mengontrak rumah warga sebagai Kantor Kecamatan Sangkarrang, agar camat dan stafnya memulai bekerja dan menjalankan program serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di delapan pulau yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sangkarrang.
Delapan pulau yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sangkarrang dengan luas 55 hektar yakni pulau Barrang Lompo, Barrang Caddi, Bone Tambung, Lumu-lumu, Langkai, Lanjukang, Kodingareng Keke dan Kodingareng dengan total 13.703 penduduk yang tergabung sebanyak 6.748 laki-laki dan 6.955 perempuan.
“Minggu ini kita sudah memiliki kantor sementara yang dimana rumah penduduk yang kita kontrak dengan ukuran 6×12 meter dengan dua kamar. Jadi dibawah nanti kita gunakan untuk kantor dan diatas bisa dipakai untuk istrahat. Harganya saya belum tahu berada dikontrakkan selama setahun,” sebut Sekretaris Camat Sangkarrang, Siti Subaeda, Senin (9/1).
Menurut Subaeda, warga Kecamatan Sangkarrang yang berada di pulau mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Sementara dari delapan pulau yang ada di wilayah Kecamatan Sangkarrang, pulau Kodingareng yang sama sekali tidak berpenghuni atau memiliki warga.
“Pulau kodingareng saja yang kosong penduduk. Kalau profesinya 80 persen penduduk kita nelayan dan mayoritas umat muslim. Kami harap adanya kantor Kecamatan Sangkarrang, setiap program dapat berjalan dengan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Sanggkarrang, Firnandar Sabara mengatakan,dipilihnya Barrang Lompo sebagai ibukota kecamatan karena wilayahnya terluas dibanding dengan Kelurahan lain. Apalagi di Barrang Lompo sendiri telah memiliki perwakilan kantor Danramil, Kantor Polisi Perairan dan lain-lain.
Dia mengaku jika untuk tahap awal kantor camat hanya sewa atau kontrak. “Untuk awal kantor camat disewa dulu,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa Kecamatan Sangkarrang hanya memiliki RW berjumlah 15 dan RT sebanyak 56 dengan jumlah penduduk 15.703 jiwa.
Dari jumlah penduduk itu, sekitar 80 persen berprofesi sebagai nelayan. Potensi itulah yang akan dikembangkan kedepan salah satunya yakni mengembangkan abon ikan.
Selain itu, program badan usaha lorong (Bulo) juga akan menjadi prioritas mengingat jumlah lorong telah mencapai 86 dan yang telah ditata menjadi lorong garden (Longgar) sebanyak 34 lorong.
“Kita yakin keberhasilan program Bulo. Program Bulo semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pulau,” jelasnya. Bahkan, salah satu yang unik dari Kecamatan Sangkarrang yakni staf kecamatan dan kelurahan mayoritas perempuan. Kecamatan hanya memiliki satu orang staf laki-laki dan dua staf perempuan.
Sementara staf di Kelurahan Barrang Lompo juga mayoritas perempuan sebanyak enam orang. Di Kelurahan Kodingareng memiliki enam orang staf yang juga kebanyakan perempuan.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bahkan berharap pemekaran Kecamatan Ujung Tanah menjadi dua kecamatan yakni Kecamatan Sanggkarrang merupakan tantangan dan harapan menanti di depan mata. Dukungan warga sangat dibutuhkan untuk menyukseskan pembangunan di Kecamatan Sanggkarrang.
Pembentukan kecamatan kepulauan diakui Danny, sapaan akrab wali kota, agar warga Makassar yang berdomisili di pulau dan pesisir semakin mudah mengakses pelayanan baik kesehatan, pendidikan, maupun administrasi kependudukan.
Apalagi, keberadaan Pulau Barrang Lompo sebagai pulau terpadat populasinya di pulau-pulau yang ada di Makassar, memiliki daya tarik tersendiri dengan keindahan karangnya. Para traveler menjadikan pulau itu menjadi daya tarik tersendiri untuk menyelam. (*)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top