Headline

Jalan Hidup Berubah saat Aktif di LSI

SEBUAH tantangan baru kini ada di harapan Herman Heizer. Ia mendapat amanah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan.

Laporan: Arif Situju

ADA keinginan serta obsesi ingin diraih Herman di HIPMI. Masa depan yang gemilang dengan pengusaha sukses di dalamnya.
Namun, semua itu harus diperjuangkan dengan segenap tenaga. Masa depan yang gemilang tersebut tidak akan datang begitu saja. Dibutuhkan ikhtiar yang kuat serta berkelanjutan.
Menurut Herman, Indonesia kini membutuhkan lebih banyak pemuda wirausaha yang berorientasi global dengan fokus kemajuan di bidang ekonomi. Berbagai perkembangan penting terjadi begitu cepat di sekitar kita yang tidak dapat dihindari. Apalagi diabaikan.
”Kita sudah memasuki milenium pasar bebas. MEA, TPP, RCEP dan Free Trade Agreement Uni Eropa adalah atmosfir tersebut. Ini semua membuka peluang. Namun juga menjadi tantangan yang tidak ringan. Karena di sana akan terjadi kerja sama, sekaligus kompetisi sangat tajam yang perlu dicermati dengan baik oleh semua pelaku ekonomi di Indonesia. Tak terkecuali bagi anggota HIPMI,” terangnya.
Global Entrepreneurship Monitor (GEM) mencatat, bahwa dari 250 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 1,6 persen yang menjadi pelaku wirausaha. Sedangkan idealnya, untuk menjamin suatu negara berekonomi maju dengan serapan tenaga kerja yang baik dibutuhkan 2 persen.
Rendahnya jumlah pelaku wirausaha Indonesia itu karena sangat besarnya minat menjadi karyawan. Sebagaimana tercermin dalam sebuah survei yang menunjukkan 83 persen mahasiswa Indonesia ingin bekerja sebagai karyawan. Hanya 4 persen yang ingin berwirausaha.
”Terlepas dari hasil survei tersebut di atas, di sisi lain pada tingkat regional terlihat bahwa minat pemuda Indonesia untuk bergerak di bidang wirausaha cukup besar. Ini potensi yang perlu digali lebih lanjut dan tak boleh dibiarkan serta harus didorong,” ujarnya.
Di ASEAN, survei GEM menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Filipina dalam keinginan melakukan wirausaha. Melebihi Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Berdasarkan survei CRC di Makassar tahun 2014, menjadi pengusaha adalah impian mayoritas anak mudanya. Impian inilah yang harus dirawat dan dijangkiti ke banyak anak muda lainnya.
Karena itulah, pria kelahiran 7 Juni 1979 ini membulatkan tekad untuk menjadikan HIPMI sebagai wadah berhimpun yang berdaya saing dan bermanfaat sebagai inkubator ekonomi Sulsel.
HH, panggilan akrab Herman Heizer, merupakan anak seorang petani, yang nekat mendaftarkan diri di kampus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini UIN) di tahun 1998. Namun, dengan semangat yang tinggi, HH tetap bisa membagi waktu ikut diskusi di forum-forum studi dan aktif di berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus.
Dalam keseharian, Herman merupakan pribadi yang sopan dalam perilaku dan santun saat bertutur kata. Karena itulah, sosoknya mudah berteman dengan siapa saja.
Roda kehidupannya mulai berubah saat ia aktif di Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebuah lembaga riset di bidang ekonomi, sosial dan politik.
Sebelum terpilih sebagai ketua BPD HIPMI Sulsel, Herman tercatat sebagai Ketua Bidang OKK BPC HIPMI Makassar.
Ketika maju sebagai kandidat ketua HIPMI Sulsel, ada sejumlah gagasan yang ingin diwujudkannya. Pertama, membuat database HIPMI untuk memutakhirkan data nama anggota dan bidang usahanya. Karena dengan database yang kuat, HIPMI mampu bikin network yang bagus. Antaranggota bisa saling tahu dan bekerja sama untuk membangun bisnisnya.
Herman ingin organisasi pengusaha ini memberi manfaat langsung bagi anggota. HIPMI harus mampu menjadi inkubator dan fasilitator dalam pengembangan bisnis anggotanya.
Bagi Herman, wirausaha tidak saja dapat dilihat dari sisi aktivitas bisnis semata. Tetapi juga motivasi ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Di sinilah kita melihat esensi wirausaha sebagai ”sociopreneurship” yang sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Herman juga berharap, HIPMI bisa menjadi organisasi aktif yang mentransformasikan teknologi ke dalam dunia usaha. Semua informasi bisnis, usaha dan jasa anggota HIPMI bisa terekam baik dalam platform digital berupa e-HIPMI.
Selain dari itu, HH ingin HIPMI ke depan harus menjadi mitra strategis bagi pemerintah. Namun, bermitra dengan pemerintah bukan untuk mendapat privilege dan membebek pada pemerintah. Melainkan untuk mensinergikan antara gerak dunia usaha dan gerak pemerintah sebagai regulator. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top