Gojentakmapan

HMI Tuntut Tenaga Kerja Asing Dideportasi

BKM/KR KULLE AKSI DEMO -- Sejumlah mahasiswa HMI Cabang Jeneponto ketika sedang menggelar aksi demonstrasi sebagai protes keberadaan tenaga kerja asing di wilayah Jeneponto.

JENEPONTO, BKM — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jeneponto, melakukan aksi orasi di pertigaan Jalan Belokallong. Sehingga aksi ini memacetkan pengguma jalan. Bukan itu saja, para pendemo menyandera mobil truk lalu dinaiki untuk dijadikan panggung orasi dan bergerak ke kantor bupati Jeneponto
Koordinator Lapangan (Korlap) HMI Cabang Jeneponto, Ilham meminta kepada Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar untuk mengevaluasi Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) karena melakukan pembiaran terhadap tenaga kerja asing asal Cina bekerja di PLTU Punagayya.
”Padahal, kita juga punya tenaga kerja yang skillnya tidak kalah dengan kerja asing. Kami berharap kepada bupati Jeneponto, untuk merekomendasikan ke polisi terkait keberadaan tenaga kerja asing ini. Karena mereka telah mencaplok tenaga kerja nasional yang masih banyak menganggur,” ujar Ilo panggilan akrab Ilham, saat berorasi di depan kantor bupati Jeneponto, Senin kemarin (9/1).
Selanjutnya, pendemo bergerak ke gedung DPRD Jeneponto. Mereka diterima Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin Makkamula, Kadis Nakertrans Jeneponto, H Syamsi Lili, dan anggota DPRD Jeneponto.
Menurut Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin, apa yang disuarakan massa mahasiswa HMI itu benar. Bahkan, sampai sekarang data yang diminta ke Dinas Nakertrans Jeneponto, belum masuk. ”Saya juga setuju kalau tenaga asing ilegal dideportasi ke negara asalnya. Karena mereka melanggar izin. Misalnya izin visa kunjungan wisata tapi dipergunakan untuk bekerja ilegal,” katanya.
Lagi pula, kata Karaeng Gassing panggilan akrab Muh Kasmin, sudah ada Perda tentang tenaga asing. Karena itu harus dipatuhi Pemkab dan Satpol PP harus getol menegakkan Perda dengan melakukan pemeriksaan tenaga asing baik surat-surat kelengkapan dokumen keimigrasian.
”Jika ditemukan ada pelanggaran, tangkap dan deportasi,” tegas Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jeneponto ini.
Kepala Dinas Nakertrans Jeneponto, Syamsi Lili, mengatakan, apa yang disuarakan anak muda HMI hampir sama yang dipikirkannya. ”Tapi setelah kami cek tenaga asing di PLTU Punagayya, jumlahnya sebanyak 130 orang lengkap dengan dokumen keimigrasiannya. Kami tidak bisa berbuat mencegah dan melarang karena resmi, legal, dan formal,” jelas Syamsi Lili.
Komisaris PLTU Bosowa, H Erwin Aksa mengatakan, pihaknya tidak berani mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa mempunyai izin resmi. Karena tenaga asing ini punya keahlian khusus. Jadi sangat diperlukan.
”Yang jelas, tenaga asing di PLTU Bosowa Energi adalah legal formal,” aku Erwin Aksa. (krk/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top