Firdaus: Figur Baru di Pilwali Masih Terbuka – Berita Kota Makassar
Politik

Firdaus: Figur Baru di Pilwali Masih Terbuka

MAKASSAR, BKM–Sejumlah nama bermunculan dan disebut-sebut akan menantang petahana Mohamamd Ramdhan (Danny) Pomanto di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2018 mendatang.
Saat ini, sedikitnya 11 nama terus mensosialisasikan diri untuk mendapatkan dukungan masyarakat saat meramaikan bursa bakal calon. Mereka diantaranya Syamsu Rizal Mi, Andi Rachmatika Dewi, HA Mustaman, Andi Idris Manggabarani, Husain Abdullah, Irman Yasin Limpo, Farouk M Betta, Kadir Halid dan Hamzah Hamid.
Diantara nama tersebut, Irman Yasin Limpo, dan Kadir Halid pernah menatang Danny di Pilwali 2013 lalu saat berpasangan dengan Syamsu Rizal yang kemungkinan menjadi penantangnya di Pilwali 2018 nanti.
Figur baru juga patut diwaspadai oleh petahana. Mereka adalah Andi Rachmatika Dewi ketua Nasdem Makassar yang juga wakil ketua DPRD Sulsel, serta HA Mustaman dengan latar belakang akademisi plus politisi yang pernah menjadi legislator DPRD Sulsel dua periode.
Hal tersebut dikemukakan Dosen Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad. Firdaus mengatakan, kehadiran figur baru jelang Pilwali nanti sangat terbuka.
Menurut Firdaus, meski masih sulit menyaingi popularitas Danny Pomanto sebagai petahana, namun sosialisasi yang maksimal bisa menjadi modal bagi pendatang baru. “Jika penantang mampu meyakinkan publik dengan tawaran program yang lebih baik dan realistis, hal tersebut bakal jadi nilai jual bagi pendatang baru,” jelas Firdaus, Senin (9/1).
Hal senada juga diungkapkan Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Bosowa 45 Makassar, Dr Arief Wicaksono. Menurutnya, kehadiran figur baru di Pilwali adalah hal positif.
Arief mengungkapkan, figur baru bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat. “Jika ingin terjaring survei, tidak apa sosialiasi di media, terutama media sosial, tapi kalau ingin serius menjadi calon harus terjun langsung kemasyarakat,” ucapnya.
Terpisah, Ketua PAN Makassar Hamsah Hamid mengatakan, soal peluang menjadi urusan belakangan. Menurutnya, siapapun yang jadi wali kota harus berpihak pada kepentingan rakyat. “Kita lihat nanti peluangnya, hal terpenting sekarang kita harus mengawal kebijakan walikota sepanjang kebijakan itu berpihak kepada kepentingan rakyat, saya komitmen mendukung. Tapi, jika mencederai kepentingan rakyat, saya kader PAN pasti mengkritisi dan menolak apapun konsekwensinya,” jelas legislator PAN Makassar itu. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top