Dikucur Rp15 M, Bonus Atlet Belum Dibayar – Berita Kota Makassar
Headline

Dikucur Rp15 M, Bonus Atlet Belum Dibayar

MAKASSAR, BKM — Penantian panjang para atlet peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Bandung, Jawa Barat akhirnya berujung. Pemprov Sulsel telah mengucurkan anggaran untuk membayar bonus para atlet senilai Rp15 miliar sejak 2 Januari lalu.
Hal itu diakui Sekretaris Umum KONI Sulsel, Dr Ad’din yang dikonfirmasi, Senin (9/1). Ia menjelaskan, anggaran untuk pembayaran bonus dari Pemprov Sulsel sudah cair dan masuk ke rekening KONI Sulsel. Hanya saja, dana tersebut tidak langsung dibagikan, karena masih dilakukan proses administrasi kepada seluruh penerima.
Dana tersebut, kata dia, tidak seluruhnya akan digunakan untuk pembayaran bonus atlet. Sebagian dari dana itu diperuntukan bagi biaya operasional KONI.
”Anggaran yang cair itu jumlahnya Rp15 miliar. Tapi untuk bonus hanya Rp8 miliar. Sisanya untuk biaya operasional,” ujarnya, kemarin.
Sebelum diputuskan untuk diserahkan kepada para peraih medali PON Jabar, Ad’din juga menegaskan bahwa dirinya akan melaporkan hal tersebut kepada Ketua KONI Sulsel, Andi Darussallam Tabussala. Saat ini, ADS tengah berada di Singapura untuk berobat.
”Saya lapor dulu sama Pak Ketua, dinda. Anggaran yang cair sekian dan yang akan digunakan untuk bonus sebegitu. Ini sifatnya administrasi,” paparnya.
Ditanya soal asal muasal anggaran bonus tersebut, dosen Pascasarjana UNM ini mengaku tidak tahu menahu. Apakah murni dari APBD pemprov atau dana pinjaman dari pihak ketiga. Pihaknya hanya menerima informasi kalau bonus atlet telah ditransfer ke rekening KONI Sulsel.
”Jadi kami tidak tahu darimana asalnya. Intinya, dananya sudah ada dan sekarang sedang diproses untuk dibagikan kepada para atlet peraih medali,” jelasnya lagi.
Sekum Perkemi Sulsel, Bonay Syam yang dikonfirmasi terpisah, mengaku senang dengan informasi tersebut. ”Bagus itu kalau adami dan segera diserahkan ke atlet. Mereka sudah lama menunggu hak-haknya setelah berjuang keras di PON,” ujarnya malam tadi.
Di PON XIX Jabar, Sulsel hanya mampu bertengger di peringkat 12 dengan 63 medali –12 medali emas, 23 perak dan 28 medali perunggu. Capaian ini jauh lebih buruk dari PON Riau 2012 yang finis di urutan tujuh, dan PON Kaltim 2008 dengan nangkring di peringkat enam.
Dari aspek anggaran juga jauh lebih besar dari dua PON sebelumnya. Di PON Kaltim, anggaran yang digunakan sekitar Rp60 miliar. Sementara di PON Kaltim Rp50-an miliar. Sudah termasuk tranining centre. Sedangkan untuk PON Jabar, KONI Sulsel dibekali anggaran sebesar Rp90 miliar pada tahun 2016 dan Rp29 miliar tahun 2015 untuk masa persiapan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengemukakan, pemprov telah memenuhi janji dengan menyetujui proposal anggaran dari KONI. Untuk penyerahan dana tersebut ke atlet berprestasi, sementara diatur KONI sambil menunggu momen yang tepat.
“Proposal pemberian bonus sudah disetujui. Tinggal KONI mengatur penyerahannya. Tunggu momen yang tepat,” ujar Sri Endang. (wan-rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top