Tiga Perampok Bergelimpangan Usai Ditembak – Berita Kota Makassar
Headline

Tiga Perampok Bergelimpangan Usai Ditembak

MAKASSAR, BKM — Minggu (8/1) pagi di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Tiga orang yang hanya mengenakan celana tanpa memakai baju, terlihat bergelimpangan terbaring di lantai keramik berwarna putih.
Bercak-bercak darah masih tercecer. Pada kedua kaki ketiganya terlihat perban putih yang terlilit. Jumlah titiknya berbeda-beda. Satu orang terdapat dua titik perban. Yang satunya lagi tiga. Sementara satu lainnya cukup banyak, yakni lima.
Ketiganya baru saja mendapat tindakan tegas aparat kepolisian. Ditembak pada kedua kakinya masing-masing. Mereka adalah Faisal alias Ical (30), Mardin (31), dan Takdir (28). Semuanya warga Desa Watarema, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tiga kawanan ini merupakan perampok sadis yang membunuh korban saat beraksi di Kabupaten Mallawa, Kabupaten Maros. Komplotan ini diciduk Tim Khusus Polda Sulsel, dipimpin Kompol Rafiuddin bersama Tim Resmob Polres Maros pimpinan Aiptu Jusman. Penangkapan berlangsung di Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Minggu (8/1) pukul 02.00 Wita.
Keberadaan ketiganya berhasil terlacak, setelah polisi memeriksa H Anwar, tersangka lainnya yang telah diamankan, Kamis (29/12/2016). Ia diringkus di Kabupaten Wajo.
Ketika diinterogasi, Anwar bernyanyi. Dia menyebut tiga orang rekannya yang berada di Kabupaten Sidrap. Tim khusus kemudian melakukan pengembangan.
Minggu (8/1) pukul 02.00 Wita, tim langsung melakukan penggerebekan di sebuah rumah kontrakan yang dihuni ketiga tersangka. Mereka dibekuk tanpa perlawanan. Selanjutnya digiring ke posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang memeriksanya, tersangka Mardin mengakui perbuatannya. Bersama dua rekannya, Faisal dan Takdir, mereka melakukan perampokan serta pembunuhan terhadap Arifin pada hari Senin (26/12/2016). Korban menemui ajal di rumahnya, Desa Batuputih, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.
”Saya bertiga yang melakukan perampokan terhadap korban (Arifin). Dia kami parangi dan menikamnya,” ujar Mardin.
Pada bagian lain pengakuannya, Mardin menyebut dua nama rekan lainnya. Masing-masing Hendra alias Takdir dan Andi Muh Amin alias Komeng.
Saat beraksi, mereka menggunakan penutup wajah. Juga melengkapi diri dengan senjata tajam berupa parang dan badik.
”Saya merobek kain untuk menutup wajah. Kemudian, dua rekan saya, Hendra dan Amin membuang kain penutup wajah yang kami pakai itu ke semak-semak. Sementara parang dan badik diserahkan ke Hendra dan Komeng,” terang Mardin.
Usai menginterogasi tersangka, tim khusus kemudian melakukan pengembangan. Di tengah perjalanan, ketiga tersangka mencoba melawan petugas. Tembakan peringatan tak digubris. Tindakan tegas pun diambil petugas guna menghentikan ketiganya.
Beberapa kali pistol polisi menyalak. Ketiganya pun tumbang dengan timah panas bersarang di kedua kaki. Selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menyebut, hingga saat ini sudah ada empat eksekutor perampokan dan pembunuhan di Mallawa, Maros yang berhasil diringkus. Keempat tersangka mengakui perbuatannya. Dua rekannya yang lain masih buron.
”Kita masih mengejar dua tersangka lainnya, yakni Andi Amin alias Komeng dan Hendra,” ujar Dicky, kemarin.
Selain keempat tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu unit motor Honda Supra X warna hitam tanpa plat. Satu unit mobil Avanza warna hitam. Satu HP Nokia warna hitam milik tersangka Anwar. Satu sarung bantal berlumuran darah milik korban. Satu potongan kain warna biru yang dipakai tersangka menutup wajahnya saat beraksi.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Mallawa, AKP Asgar merinci dua tersangka yang masih buron. Hendra dan A Muh Amin merupakan warga Camming, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
”Kami minta keduanya untuk segera menyerahkan diri. Jangan menunggu polisi bertindak tegas,” kata AKP Asgar, kemarin.
Sebenarnya, menurut Kapolsek Mallawa, polisi sudah mendatangi tempat tinggal kedua tersangka. Namun belum ditemukan. Tim yang telah dibentuk terus bergerak mengejar keduanya. (ish-ari/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top