Gojentakmapan

Sejumlah Sekolah di Maros Siap UNBK

MAROS, BKM — Sejumlah sekolah di Kabupaten Maros siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di antaranya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Unggulan Maros dan SMPN 1 Maros.
Kepala SMPN 2 Unggulan Maros, Jabaruddin, mengaku jika sekolahnya siap melaksanakan UNBK dan ini merupakan pertama kalinya. ”Untuk pelaksanaan UNBK ini, kami sudah siap. Mulai dari segi perangkat maupun kesiapan mental anak-anak kami di sekolah,” katanya.
Bahkan ia mengaku, saat ini telah memiliki 70 unit komputer di sekolahnya dan siap digunakan saat UNBK nanti. Adapun peserta UNBK di SMPN 2 Unggulan Maros sekitar 296 orang.
”Kalau pelaksanaannya dilakukan dua gelombang, saya rasa 70 unit komputer itu cukup. Namun jika hanya satu gelombang saja, maka kita butuh tambahan 30 unit lagi,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, pihaknya telah melakukan rapat komite dengan mengundang orang tua siswa dan kesepakatannya meminjam laptop anak-anak peserta didik dan guru yang memiliki laptop.
”Karena kita tidak punya anggaran, makanya kesepakatan menggunakan laptop anak-anak atau guru,” katanya.
Jabar mengaku di sekolahnya memiliki dua laboratorium komputer dengan masing-masing kapasitas 40 unit dan 60 unit. Nantinya, pelaksanaan UNBK akan dilakukan tiga shift dalam sehari. Ia juga mengatakan, salah satu antisipasi yang dilakukan baik dari segi fisik hardware serta listrik. Sedangkan dari segi mental, pihaknya akan memperbanyak simulasi peserta didiknya.
”Mudah-mudahan ada yang kasi pinjam gensetnya atau ada kesepakatan pihak PLN agar ketika pelaksanaan ujian tidak ada pemadaman,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Maros, Andi Ansar. Diakui, pihaknya tengah melakukan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). ”Tahun ini kita usahakan sudah melaksanakan UN berbasis komputer,” katanya.
Saat ini, pihaknya harus menyiapkan komputer minimal 100 unit dengan melihat jumlah peserta UN sekitar 344 orang. Saat ini, jumlah komputer yang dimiliki baru 20 unit lebih. Olehnya itu, saat ini terus diupayakan memenuhi kebutuhan komputer tersebut.
Selain itu, ia juga akan mengumpulkan siswa atau guru yang memiliki laptop. Sehingga nantinya jika komputer masih kurang, siswa bisa menggunakan laptopnya sendiri atau laptop guru. Adapun mata pelajaran yang di UNBK, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
”Kita juga melakukan pendataan bagi siswa dan guru yang memiliki laptop, mungkin bisa digunakan dalam UNBK. Sisa mempersiapkan jaringannya. Jadi saat ujian siswa yang punya laptop bisa menggunakannya dan bagi yang tidak memiliki laptop maka menggunakan komputer sekolah di laboratorium atau laptop milik guru,” paparnya.
Terpisah, Kepala SMKN 1 Lau, Asis, mengatakan, di sekolahnya pelaksanaan UNBK ini merupakan kedua kali setelah sebelumnya melakukan UNBK. ”Kami tidak ada masalah karena sudah pernah melakukan UNBK sebelumnya,” katanya.
Meski demikian, pihaknya berharap nanti pada saat pelaksanaan UNBK tidak terjadi pemadaman listrik. Apalagi di sekolahnya hanya memiliki 52 ribu megawatt. Untuk di sekolahnya ada sekitar 360 peserta didik yang akan ikut dalam UNBK ini.
Dimana, mereka berasal dari lima jurusan, seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Agrisbisnis Perikanan (APi), Administrasi Perkantoran (APk), dan Otomotif Kendaraan Ringan Roda Empat. Saat ini, ia tengah menyiapkan sekitar 100-an komputer ditambah siswa yang sementara merakit sendiri komputernya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top