Headline

Kalatiku Fokus Pariwisata, Sektor Lain tak Terabaikan

IST Kalatiku Paembonan

PERIODE kepemimpinan Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang (Kaboro) di Toraja Utara masih seumur jagung. Baru sembilan bulan di pengujung 2016 lalu. Namun, obsesi dan optimisme menyertai masuknya tahun 2017.

Laporan: Agus Burhan

ADA banyak program yang telah disusun Bung Kala –sapaan akrab Kalatiku Paembonan– untuk memajukan daerah yang dipimpinnya. Pariwisata yang selama ini menjadi sektor andalan, terus dipacu dan tetap menjadi program unggulan.
Tahun ini, Pemkab Toraja Utara akan lebih fokus pada upaya peningkatan sarana dan infrastruktur jalan pariwisata. Baik yang menghubungkan antarkecamatan, lembang hingga ke obyek wisata.
”Itu harus kita lakukan. Pembenahan di obyek wisata, seperti lokasi parkir dan sarana pendukung lainnya. Karena kita sudah rasakan di bulan Desember lalu. Begitu banyaknya wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara yang berkunjung ke Toraja. Hampir di semua obyek wisata terjadi kemacetan berkepanjangan,” ujar Kalatiku.
Bupati juga telah melakukan peninjauan langsung ke obyek wisata yang ada di wilayahnya. Seperti Lolai, Kete’ Kesu, Londa serta obyek wisaya lainnya. Selanjutnya, disusun langkah-langkah untuk pembenahan serta perbaikan.
Kalatiku optimistis, di tahun-tahun mendatang kunjungan wisatawan ke Toraja akan semakin meningkat. Apalagi setelah ada dukungannya penerbangan Trans Nusa ke Toraja yang dilakukan dua kali sehari.
Perhatian yang sama juga ditujukan pada sektor lain dan tak bisa diabaikan. Sebab memiliki mata rantai dan interkoneksitas. Seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, dan komoditas kopi, yang pada puncak Lovely December 2016 lalu menjadi branding Toraja Maelo.
Menangkap kebutuhan dan pangsa pasar, kata Kalatiku, Pemkab Toraja Utara telah melakukan persiapan dengan meningkatkan mutu serta kualitas hasil pertanian. Petani diminta untuk tidak lagi menggunakan pupuk anorganik yang mengandung pestisidan dan bahan kimia.
”Ini sudah kita buktikan dari kunjungan kerja di beberapa wilayah komoditas perkebunan. Petani sudah menggunakan pupuk organik yang tidak berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.
Demikian pula di sektor perikanan. Ikan mas telah banyak dipelihara masyarakat Toraja Utara. Kualitasnya jauh lebih baik dibanding ikan mas yang didatangkan dari luar daerah.
”Semua ini terwujud karena perlakuan masyarakat saat pemeliharaan. Mereka sudah terampil membuat harga ikan mas Toraja lebih mahal,” tandasnya.
Begitu juga dengan budaya yang terus dijaga keaslian dan kelestariannya. Karena kekuatan dan kekayaan budaya masyarakat Toraja tiada duanya. Menjadi tonggak sejarah, perekat dan pemersatu masyarakat tanpa melihat suku, ras dan agama. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top